in

Prabowo Paling Banyak Kelola Aset Negara, Capai Rp 1.645 T

Menhan Prabowo Subianto (Grandyos Zafna/detikcom)
Menhan Prabowo Subianto (Grandyos Zafna/detikcom)

Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan mengumumkan nilai aset negara yang dikelola Kementerian Pertahanan (Kemenhan) paling tinggi di antara kementerian dan lembaga (K/L) lainnya.

Nilai aset institusi yang dipimpin oleh Prabowo Subianto ini berhasil menyalip Kementerian PUPR yang semula berada di urutan nomor satu.

“Kita juga punya daftar 10 K/L terbesar ada, yang paling kaya adalah Kemenhan,” kata Direktur Barang Milik Negara (BMN) Kementerian Keuangan Encep Sudarwan saat media briefing secara virtual, Jumat (10/7/2020).

Encep mengungkapkan salah satu faktor nilai aset aset negara yang dikelola Kemenhan bisa berada di nomor satu.

“Dulu Kementerian PUPR sekarang kesalip karena sekarang aset-aset Kementerian Pertahanan yang dulu di pinggir kota, sekarang di tengah kota, makanya meningkat,” jelasnya.

Berdasarkan data DJKN, sebanyak 10 K/L dengan nilai aset tertinggi saat ini, Kemenhan berada di urutan nomor satu dengan nilai Rp 1.645,56 triliun, Kementerian PUPR sebesar Rp 1.564,61 triliun, Kementerian Sekretariat Negara Rp 575,41 triliun, Kementerian Perhubungan Rp 493,90 triliun, Kementerian Ristek dan Dikti sebesar Rp 399,97 triliun.

Selanjutnya Kepolisian Republik Indonesia sebesar Rp 295,66 triliun, Kementerian Keuangan Rp 114,50 triliun, Kementerian Agama Rp 94,19 triliun, dan Kementerian Pertanian sebesar Rp 84,09 triliun.

“Data mengenai aset di KL, 10 KL ini menguasai 90% BMN,” ungkapnya.

Loading...

1.300 Lebih Anggota TNI di Bandung dan Cimahi Positif Corona

Beberapa ledakan ini terjadi setelah sebelumnya sebuah pabrik di Teheran selatan diguncang ledakan yang menewaskan dua orang. Pekan lalu, ada kebakaran yang menyebabkan ledakan di fasilitas nuklir Natanz di Teheran. Natanz adalah situs utama program pengayaan nuklir negara tersebut. Seorang pejabat intelijen Timur Tengah mengatakan kepada The New York Times mengatakan bahwa Israel diduga berada di balik serangan itu. Di masa lalu, virus komputer Stuxnet digunakan untuk menyerang Natanz. Diyakini secara luas bahwa AS dan Israel telah mengembangkan virus komputer tersebut.

Iran Kembali Diguncang Ledakan, Diduga Hantam Gudang Rudal IRGC