in

Pulau Militer Amerika Siap Hadapi Cina di Laut Cina Selatan

Kapal tempur USS Ronald Reagan dan kapal pertahanan Jepang JS Izumo, sedang beroperasi di Laut Cina Selatan. Sumber: JMSDF/US Navy/Handout via Reuters/aljazeera.com

Situasi di Laut Cina Selatan memanas dengan Cina dan Amerika sama-sama unjuk kekuatan militernya. Dua pekan lalu, misalnya, Amerika sudah mengirim dua kapal induk berdaya nuklirnya, USS Reagan dan USS Nimitz, untuk berpatroli di Laut Cina Selatan. Tujuan Amerika, menegaskan bahwa Laut Cina Selatan adalah perairan internasional yang tak bisa seenaknya diklaim Cina.

Perkembangan terbaru, Militer Amerika ternyata tidak hanya mengirim dua kapal perang ke Laut Cina Selatan. Citra satelit menunjukkan Amerika juga memperkuat pulau mereka di lautan Pasifik, Pulau Wake. Hal tersebut menjadi jawaban atas pulau militer Cina yang berada di Paracel dan Spratly.

“Angkatan Udara Amerika mengucurkan investasi dalam jumlah besar untuk memperkuat infrastruktur dan dukungan ke pulau tersebut,” sebagaimana dikutip dari situs News.au, Senin, 13 Juli 2020.

Berdasarkan citra satelit, ada sejumlah hal yang dilakukan Militer Amerika terhadap Pulau Wake. Beberapa di antaranya adalah memperbarui runway, menambah perlengkapan militer, serta membangun sejumlah fasilitas pendukung baru seperti panel surya dan tempat pengisian bahan bakar.

Pulau Wake sendiri adalah salah satu pulau strategis milik Militer Amerika di lautan Pasifik. Pada masa Perang Dunia II, Pulau Wake berperan mendukung angkatan udara Militer Amerika yang betarung dengan Jepang. Pulau tersebut menjadi basis di mana militer Amerika bisa beristirahat, mengisi bahan bakar, serta memperbaiki armada mereka.

Dikutip dari The War Zone, peran Pulau Wake menjadi krusial dalam konflik Laut Cina Selatan karena posisinya yang tak tersentuh Cina. Dengan kata lain, misil balistik Cina tidak akan mampu menjangkaunya jika ingin menyerang Amerika. Pesawat-pesawat Amerika bisa dengan aman keluar masuk via runway Pulau Wake yang panjangnya 3 kilometer.

Berbeda dengan Pulau Wake, Pulau Guam, yang lebih terkenal, justru rentan terhadap serangan Cina. Misil dari Beijing atau bahkan Korea Utara bisa menjangkaunya. Oleh karenanya, dalam situasi sekarang, lebih aman bagi militer Amerika berinvestasi di Pulau Wake.

“Melihat cepatnya konflik (Laut Cina Selatan) berkembang, Pulau Wake menjadi punya posisi penting,” dikutip dari The War Zone.

Menanggapi unjuk kekuatan militer Amerka di Laut Cina Selatan, juru bicara Angkatan Laut Amerika, Admiral George Wikoff, menyatakan bahwa hal itu tidak serta merta untuk menakut-nakuti Cina juga. Di sisi lain, kata Wikoff, untuk menunjukkan pada sekutu di Asia Tenggara bahwa Amerika berada di pihak mereka.

“Kami ingin menunjukkan pada sekutu kami bahwa kami berkomitmen menjaga stabilitas dan keamanan regional di Laut Cina Selatan,” ujar Wikoff. [Tempo]

Loading...

Bentrok perbatasan, jenderal Azerbaijan tewas dalam pertempuran dengan tentara Armenia

Kapal Militer China Langgar Batas Wilayah Malaysia 89 Kali dalam 3 Tahun