in

Kisah Anak Tukang Pangkas di Aceh Lulus Akademi Militer TNI

Letnan Dua (Letda) Desi Gebrina Rezeki berdiri di depan motor kesayangannya yang selalu dia gunakan sebelum lulus Akademi Militer (Akmil) dan menjadi perwira TNI.

Hanya bermodalkan Ijazah Sekolah Menengah Atas (SMA), ia sukses mewujudkan mimpinya untuk menjadi seorang perwira TNI.

Meskipun terlahirkan dari keluarga kurang mampu, dia berhasil menggapai cita-citanya  menjadi prajurit Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) lulusan Akademi Militer ( Akmil) Tahun 2020.

Dia adalah Letnan Dua (Letda) Desi Gebrina Rezeki, putri ke empat dari M Yahya, warga kompleks Perumahan Budha Tzu chi, Desa Neuheun, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar.  

Gadis kelahiran 1 Desember 1997 ini, lulus TNI AD, hanya bermodalkan perjuangan yang gigih. 

Meski sempat mengalami berapa kali kegagalan, kini dia dapat membuktikan bahwa dirinya mampu lolos seleksi.

Saat dijumpai di rumahnya, Rabu (15/7/2020) kepada Serambinews.com, Desi menceritakan perjuangan yang dia mulai pada tahun 2015 silam.

Pada tahun itu, setelah tamat dari SMAN 2 Banda Aceh, dia tes Bintara. 

Karena sejak SMA dia sudah bercita-cita ingin menjadi prajurit TNI.

Namun pada tahun itu cita-cita kandas karena usianya belum cukup sebagai calon bintara.

Setelah itu, dia sempat menganggur selama satu tahun, sambil nggangur dia terus berlatih, baik itu dari persiapan fisik maupun mental bersama omnya yang merupakan anggota TNI. 

“Pertamanya pada tahun 2015, saya daftar sebagai bintara, tidak rezeki disitu baru administrasi saya disuruh pulang, karena tidak cukup umur. Lalu Nganggur satu tahun pada tahun 2016 saya tes Calon Prajurit Taruna dan Taruni (Capratar) Akademi Militer (Akmil), lewat,” katanya.

Sebelumnya dia mengaku tidak menyangka dapat lewat, karena tes pada tahun sebelumnya gagal. 

“Saat tes awal saya tidak percaya diri, karena sebelumnya tidak lewat. Berkat motivasi dari keluarga besar, akhirnya saya jalani. Akhirnya lulus dan bisa seperti saat ini,” sebutnya. 

Setelah mengucap sumpah dan dilantik sebagai perwira TNI AD, dirinya mengaku bangga terhadap dirinya sendiri, atas tercapainya cita-citanya itu.

Tapi dia juga mengaku keberhasilan yang ia raih itu karena berkat doa dan dukungan dari orang tua dan keluarga besarnya. 

“Saya bangga pada diri saya, karena pada saat mengikuti pendidikan di sana banyak sekali kekurangan saya rasakan, dari tak ada uang jajan, bahkan banyak kekurangan lainya karena orang tua saya kurang mampu,” kata Desi. 

Tapi kekurangan yang dimilikinya tak membuat patah semangat, ia terus berjuang dan berusaha untuk menjadi lulusan terbaik.

“Saya harus berusaha di sana, karena jika mendapatkan prestasi saya di kasih uang jajan dari om saya, makanya saya gigih agar dapat uang jajan. Tapi setiap tahun saya selalu dapat yang terbaik,” ujarnya.

Sementara itu ibunya, Adian menyatakan juga tidak menyangka anak bungsunya dapat lulus sebagai perwira TNI. Karena dia terlahir dari dari keluarga kurang mampu. 

Meskipun demikian dia berpesan pada anaknya, agar tidak pernah sombong dan menjadi orang yang berguna bagi nusa dan bangsa [TribunAceh]

Loading...

Peringkat 16 Dunia, Militer Indonesia Rajai Asia Tenggara

TNI-Polri di Makassar Bagikan 1.000 Masker, dari Warkop hingga Pulau Terluar