in

Pejabat AS Sebut Gaya China di LCS Mirip Penjajah Inggris

China menggelar latihan militer di Laut China Selatan (LCS). Foto/Niki's Opinio Forum.wordpress.com
China menggelar latihan militer di Laut China Selatan (LCS). Foto/Niki's Opinio Forum.wordpress.com

Asisten Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, David Stilwell, mengatakan aksi agresif dan ekspansi China di Laut China Selatan mirip dengan gaya perusahaan kolonial Inggris, East India Company (EIC), yang menjajah bangsa lain dan mengambil sumber daya alam wilayah yang dikuasai.

Stilwell menyatakan hal itu sehari setelah Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, menyatakan mereka menolak klaim China di Laut China Selatan.

Selain itu, Stilwell menyatakan AS tidak mengakui proses eksplorasi energi lepas pantai, serta pengerahan kapal survei dan nelayan yang dilakukan perusahaan negara China. Dia mengatakan China mengerahkan perusahaan negara, seperti Perusahaan Minyak Lepas Pantai China (CNOOC), untuk membuat gentar negara lain di sekitar Laut China Selatan.

Di seluruh masyarakat, penduduk berhak mengetahui perbedaan antara perusahaan komersil dan yang digunakan sebagai alat kekuasaan negara lain. Seluruh perusahaan negara ini di masa modern saat ini sebanding dengan East India Company,” kata Stilwell dalam pidato di Pusat Studi Internasional dan Strategi (CSIS) Washington D.C., seperti dilansir AFP, Rabu (15/7).

Stilwell juga mendesak China untuk menyelesaikan perundingan aturan main (code of conduct) di Laut China Selatan dengan Perhimpunan Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN). Pengesahan aturan itu dijadwalkan mundur hingga 2021 akibat pandemi virus corona.

“Beijing mungkin memundurkan tenggat hingga 2021 untuk menyimpulkan hasil perundingan itu, tetapi tujuan mereka tetap ingin menguasai,” kata Stilwell.

Meski AS tidak mempunyai klaim wilayah di Laut China Selatan, tetapi Stilwell memperingatkan bahwa jika China terus merongrong maka kepentingan ekonomi AS di kawasan tersebut bisa terancam.

“Aturan hukum yang mengesahkan reklamasi, militerisasi atau klaim wilayah laut yang tidak sesuai hukum akan merusak dan tidak akan diterima oleh banyak negara,” ujar Stilwell.

Di sisi lain, EIC adalah perusahaan negara yang melakukan penjelajahan laut di masa lalu untuk mencari sumber daya alam. Mereka lantas menjajah India dan menguasai perdagangan teh, kapas, rempah-rempah dan barang-barang lain sebelum diambil alih oleh Kerajaan Inggris pada pertengahan abad ke-19.

EIC juga disebut terlibat dalam penyelundupan opium (candu) dari China, dan menguasai Hong Kong pada 1843.

Klaim China atas Laut China Selatan memicu sengketa dengan Vietnam, Filipina, Malaysia dan Brunei Darussalam. [CNNIndonesia]

Loading...

Reaksi China usai AS Tolak Klaimnya atas Laut China Selatan

Pesawat Pengintai Turki Jatuh, 7 Personel Keamanan Tewas