in

Indonesia Kembali Didapuk Jadi Presiden DK PBB

Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi dan delegasi Indonesia meluapkan kegembiraan mereka saat Indonesia terpilih menjadi salah satu dari lima angota tidak tetap Dewan Keamanan PBB, di Markas Besar PBB di New York, 8 Juni 2018.

Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi mengatakan, pada Agustus mendatang Indonesia akan memegang presidensi Dewan Keamanan (DK) PBB. Ini adalah presidensi Indonesia yang kedua setelah Mei 2019, di mana saat itu Indonesia mengambil tema “Investing in Peace”.

Retno menuturkan, perdamaian adalah sesuatu yang bisa hadir dengan sendirinya, namun harus terus disemai, dipelihara secara terus menerus. Oleh karena itu, tahun ini Indonesia mengambil tema “Memajukan Perdamaian yang Abadi”.

“Presidensi Indonesia tahun ini ingin menekankan bahwa saat hampir semua energi dan perhatian kita terpusat pada upaya penanganan pandemi, jangan sampai kita terlupa untuk terus memajukan perdamaian. Karena, perdamaian adalah prasyarat utama bagi kesuksesan kita menangani pandemi dan percepatan pemulihan ekonomi,” ucapnya.

Selama presidensi Indonesia akan melakukan tiga signature event, yaitu Meeting on the Linkage of Counter Terrorism and Organized Crime. Pertemuan ini akan membahas laporan perdana Sekertaris Jenderal PBB mengenai penanggulangan terorisme dan kejahatan lintas batas,” sambungnya, saat menggelar konferensi pers virtual pada Kamis (23/7/2020).

Kedua, ucap Retno, adalah Meeting on Pandemics and the Challenges of Sustaining Peace. Retno menuturkan, pertemuan ini dimaksudkan untuk menyatukan langkah DK PBB dalam menjaga perdamaian di tengah pandemi, di mana menurutnya hingga saat ini belum ada pembahasan terkait hal ini di DK PBB.

“Ketiga adalah Aria Formula on Cyber on Protection of Civilian. Indonesia memberikan perhatian khusus terhadap isu ini karena semakin maraknya serangan siber kepada infrastruktur sipil, seperti rumah sakit dan bandara, termasuk di masa pandemi,” ucapnya.

Dia menambahkan, selain tiga pertemuan itu, Indonesia juga akan memimpin setidaknya 14 pertemuan yang membahas upaya perdamaian di berbagai belahan dunia seperti Palestina, Suriah, Yaman, Lebanon, Somalia, Korea Utara (Korut), Guinea Bissau dan laporan strategis mengenai ISIS.

“Termasuk juga pertemuan yang membahas perpanjangan mandat misi perdamaian PBB di Lebanon dan Somalia,” tukasnya.[SindoNews]

Loading...

AS mengirim dua kapal induk dan beberapa kapal perang ke Laut China Selatan (LCS). Foto/Ilustrasi

Konflik AS-China Menuju Klimaks Perang Dingin

Batal Keluar Kandang, Raja Militer Afrika Gagal Hadapi Turki