in

Setelah Sukses Buat Koswar Kini Iran Mulai Kembangkan Jet Tempur Berat Buatan Sendiri

Ilustrasi perbandingan jet tempur terbaru Iran, Kowsar, dengan F-5 buatan AS tahun 1970-an. Foto/Twitter @JosepHDempsey

Angkatan Udara Iran secara resmi mulai mengembangkan jet tempur berat buatan sendiri setelah kesuksesannya dalam pembuatan pesawat tempur Koswar.

Dalam sebuah wawancara dengan kantor Tasnim yang dilansir Kamis (23/7/2020), Wakil Komandan Angkatan Udara Iran Brigadir Jenderal Hamid Vahedi mengatakan proses pembuatan jet tempur berat buatan sendiri telah dimulai.

Dia mengatakan para ahli lokal datang dengan ide pembuatan jet tempur berat setelah sukses memproduksi Kowsar, jet Iran dengan avionik asli dan mesin buatan dalam negeri.

Klaim bahwa jet tempur Koswar murni buatan dalam negeri bertentangan argumen yang diajukan oleh para kritikus yang menyebut Koswar tak lebih dari salinan pesawat tempur F-5 buatan Amerika Serikat (AS).

Jenderal itu juga menunjukkan proyek-proyek militer untuk meningkatkan kemampuan radar pesawat Angkatan Udara Iran. Menurutnya, kemajuan yang baik telah dibuat di bidang ini.

Vahedi mengklaim Iran telah mencapai kesuksesan besar dalam meningkatkan kemampuan stealth (siluman) berbagai jenis pesawat. Menurutnya, pencapaian baru akan diungkapkan setelah tes akhir.

Saat ini, Angkatan Udara Iran dilengkapi dengan puluhan jet tempur buatan Rusia, Amerika Serikat, China, dan Prancis, dengan sebagian dari inventaris ini merupakan warisan dari rezim Shah setelah Revolusi Iran 1979. Sisanya dibeli pada 1990-an, 2000-an dan 2010-an, sebelum negara itu terkena embargo senjata PBB.

Tak hanya soal jet tempur, komandan tersebut juga menyoroti kemajuan Iran dalam mengembangkan rudal yang diluncurkan dari udara. Menurutnya, para ahli lokal telah memperluas jangkauan rudal air-to-air Sidewinder, yang dipasang pada jet tempur F-5, dari 5 mil menjadi 12 mil. [Sindonews]

Loading...

Pamer Kekuatan, Kapal Induk AS Manuver Bareng AL Jepang dan Australia di Laut China Selatan

AS mengirim dua kapal induk dan beberapa kapal perang ke Laut China Selatan (LCS). Foto/Ilustrasi

Konflik AS-China Menuju Klimaks Perang Dingin