in

Kerahkan 26 Kapal Perang, TNI AL Latihan Perang di Dekat Laut China Selatan

Alutsista TNI akan Terus Ditambah Karena China Masih Jadi Ancaman di Natuna
>ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYATPrajurit KRI Semarang-594 melakukan peran parade saat KRI Teuku Umar-385 sailing pass di Laut Natuna

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono memastikan latihan perang ribuan personel TNI AL di Pulau Dabo Singkep, Kepri tidak ada hubungannya dengan memanasnya konflik Amerika Serikat (AS) dan China di kawasan Laut China Selatan.

Diketahui, lokasi latihan perang personel TNI AL itu tidak jauh dengan perbatasan Laut China Selatan yang kini menjadi konflik antara AS dan China.

“Oh tidak ada. Itu latihan rutin kita. Kemarin sudah kita laksanakan di Surabaya. Kini giliran Kormada II. Waktunya saja yang disesuaikan dengan kondisi cuaca. Berikutnya nanti Koarmada III setelah Koarmada I,” kata Yudo di Mako Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (26/7/2020).

Dia mengatakan latihan tersebut merupakan latihan rutin yang dilakukan oleh personel TNI AL. Menurut Yudo, tahun lalu latihan perang tersebut juga dilakukan oleh korps Marinir.

“Jadi enggak ada kaitannya itu. Kita latihan rutin di daerah. Yang mana pada 2018 yang lalu kita juga laksanakan,” pungkasnya.

Diketahui, TNI AL menggelar latihan tempur di Pulau Dabo Singkep, Kepri. Letak lokasi latihan itu tidak jauh dari Laut China Selatan.

Dalam latihan perang ini, terdapat 2.000 prajurit TNI yang diturunkan di daerah tersebut. TNI AL juga mengerahkan 26 kapal perang dari berbagai jenis yang dimiliki Koarmada I.

Di antaranya, kapal latihan pengintaian, serangan anti-kapal permukaan, hingga serangan anti-kapal selam. [TRIBUN]

Loading...

Perang Dunia III di Depan Mata, Rusia Tegas Bersekutu dengan China

Hubungan Kian Panas, AS Makin sering Lakukan Pengintaian Udara terhadap China