in

Abaikan Sanksi AS, Turki Kembali Bahas Pengiriman S-400 dengan Rusia

S-400 Triumf - AMN/TASS

 Pada hari Minggu (23/8), Ketua Layanan Federal untuk Kerja Sama Teknik Militer Rusia Dmitry Shugaev mengatakan bahwa Rusia dan Turki sedang dalam tahap diskusi lanjutan tentang pengiriman paket kedua senjata pertahanan S-400. Meski sedang dibahas, Shugaev mengatakan perjanjian pengiriman tahap kedua belum ditandatangani.

“Kami menunggu keputusan dari mitra Turki untuk menandatangani kontrak opsi lain,” kata Shugaev dalam wawancara dengan Zvezda TV, dilansir dari Sputnik.

Rusia dan Turki menandatangani perjanjian pinjaman untuk pengiriman sistem S-400 pada Desember 2017.

Kemudian, Rusia melakukan pengiriman paket pertama S-400 ke Turki pada tahun 2019 senilai US$ 2,5 miliar.

Selain itu, Turki juga mengatakan minatnya untuk membeli senjata pertahanan Patriot dari Amerika Serikat (AS).

Namun kemudian AS sebagai sekutu Turki mengecam pembelian S-400 itu dengan dalih bahwa S-400 tidak kompatible dengan American Patriot, tidak sesuai dengan standar keamanan NATO, serta berpotensi akan mengurangi keamanan sekutu NATO.

Turki tetap pada pendiriannya bahwa negaranya membutuhkan S-400 untuk melindungi wilayah udara Turki.

Pada 17 Juni, AS memberikan sanksi kepada pemerintah Turki atas pembelian sistem pertahanan udara dan rudal S-400 dari Federasi Rusia.

Sanksi kepada Turki itu tertuang dalam Countering Russia’s Export of Arms Act, di mana undang-undang itu akan menunjuk pembelian Turki sebagai transaksi signifikan sesuai dengan Bagian 231 dari Countering America’s Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA).

Beberapa hari berselang, pada 20 Juni, Departemen Pertahanan AS mengatakan bahwa Turki telah dikeluarkan dari program gabungan jet tempur F-35A.

Beberapa hari yang lalu, selama Forum-Army 2020 di Moscow, Mikheev selaku Direktur Jenderal Rosoboronexport menyatakan bahwa Moskow dan Ankara telah menandatangani kontrak untuk pasokan sistem pertahanan udara S-400 gelombang kedua ke Turki.

Rosoboronexport merupakan badan Rusia yang menangani impor dan ekspor produk dan layanan terkait pertahanan.

“Kami saat ini sedang melakukan pembicaraan tentang model keuangan untuk pelaksanaan kontrak ini dengan mitra kami,” kata Mikheev.

Pada gilirannya, Kepala Industri Pertahanan Turki Ismail Demir juga mengatakan bahwa Moskow dan Ankara pada prinsipnya telah mencapai kesepakatan tentang pasokan S-400 gelombang kedua.

Wakil Ketua Pertama Komite Dewan Luar Negeri Federasi Rusia Vladimir Dzhabarov mengatakan pada bulan lalu bahwa pengiriman sistem pertahanan udara Rusia S-400 ke Turki tidak akan berhenti, meskipun ada ancaman sanksi AS.

“Tidak ada jalan kembali ke perjanjian, meskipun ada keputusan Kongres. Kontrak sudah dilaksanakan. Erdogan adalah pria yang keras kepala, ini tidak mungkin memengaruhinya,” kata Dzhabarov. Sumber: BeritaBaru

Loading...

Ini Rincian Rencana Pembelian Alutsista Tahun 2021 untuk TNI AD, TNI AU, TNI AL

Bangga bukan main! Tukang Cilok ini Lulus Taruna Akmil dan Siap Jadi Calon Perwiara TNI