in

Mahfud MD Tak Percaya Penusuk Syekh Ali Jaber Idap Gangguan Jiwa

Usai Kejadian, Mahmud MD Kunjungi Syekh Ali Jaber /,*via rri.co.id/Instagram/@mahfud MD

Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD tidak percaya pria yang menusuk Syekh Ali Jaber memiliki gangguan jiwa.


“Spekulasi di masyarakat ada dugaan berdasarkan pengakuan keluarganya, si penusuk ini sakit jiwa. Tapi kita belum percaya. Kita akan tahu dia sakit jiwa betul atau tidak setelah diselidiki,” kata dia dikutip dari Instagram resminya, Senin (14/9).

Menurut Mahfud, untuk menyimpulkan bahwa pelaku memiliki gangguan jiwa, bisa dibuktikan dengan mengambil keterangan dari teman, tetangga hingga memeriksa jejak digital pelaku.

“Ada jejak digitalnya. Kalau orang sakit jiwa jejak digitalnya kayak apa, keluarganya melihatnya kayak apa, tetangganya melihat kayak apa, teman-temannya melihatnya kayak apa. Baru kita dapat menyimpulkan dia sakit jiwa,” ucap dia.

Ia mengatakan, telah memberikan instruksi kepada aparat untuk mengusut tuntas serta menyelidiki latar belakang dan jaringan di belakang pelaku penusukan itu. Selain itu, ia meminta penyelidikan dilakukan secara transparan.

“Saya sudah menginstruksikan kepada seluruh aparat baik itu aparat keamanan, aparat intelijen. Bahkan saya sudah minta BNPT kemudian Densus bahkan BAIS, BIN, Kabaintelkam. Saya minta selidiki kasus ini dengan sebaik-baiknya, se-transparan mungkin,” kata dia.

Mahfud telah meminta kepada aparat yang disebutkan itu, untuk melakukan pemetaan, pemantauan, dan perlindungan penuh kepada para da’i, terutama ulama ketika tengah berdakwah, tanpa melihat pandangan politiknya.

Menurut dia, selama ini, para ulama memiliki andil dalam membangun budaya yang baik di dalam masyarakat.

“Kalau pemerintah sendiri, tak akan mampu membangun masyarakat sebaik ini tanpa peran serta para ulama dan juru dakwah yang telah bekerja secara ikhlas,” kata dia.

Syekh Ali Jaber ditusuk saat mengisi sebuah acara di Bandar Lampung, Lampung, Minggu (13/9) sore sekitar pukul 16.30 WIB. Pelakunya adalah seorang pria berusia 26 tahun berinisial AR. Ali Jaber mendapat luka di lengannya karena serangan senjata tajam tersebut.

Penusukan terjadi ketika Ali tengah mengisi acara ceramah di Masjid Afaludin Tamin Sukajawa, Tanjungkarang Barat, Bandarlampung.

Saat kejadian Ali sedang mengisi acara wisuda hafidz AlQuran sekaligus mengisi ceramah. Tiba-tiba, AR berlari naik ke atas panggung dan menusuk Syekh Ali Jaber mengunakan senjata tajam jenis pisau.

Dari keterangan kerabatnya, disebut bahwa pelaku memiliki gangguan jiwa.

sUMBER: CNNINDONESIA
Loading...

Menhan Prabowo Berminat Gelar Latihan Militer dengan China, Ini Respons AS

Partai Komunis China Nyatakan Siap Perang dengan Negara ASEAN dan AS