in

Jika Tak Ingin Pertempuran Besar Terjadi Militer India Minta China Mundur dari Perbatasan

Para tentara India yang ditugaskan di dekat perbatasan dengan China di Ladakh. Foto/REUTERS/Stringer

Ketegangan India dan China di Ladakh, Himalaya, masih saja panas.

Kabar terakhir menyebut tentara kedua negara sedang dalam posisi siaga mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan.

Maka jangan heran baik tentara China maupun India menggengam erat senapan mereka masing-masing.

Namun dibalik itu semua sedang ada perundingan agar pertempuran besar tidak terjadi.

Komandan militer China dan India baru-baru ini bertemu pada Senin (21/9/2020) di Moldo, Line of Actual Control (LAC).

Dalam pertemuan tersebut India meminta China mundur dulu ketika militer mereka sedang bertemu untuk meredakan perselisihan kedua negara.

Dikutip zonajakarta.com dari SCMP dan Pikiran Rakyat, Selasa (22/9/2020) pertemuan yang dimulai pada pagi hari, mereka mencapai konsensus lima poin untuk segera melepaskan pasukan dan meredakan ketegangan di sepanjang 3.488 km (2.167 mil) LAC, perbatasan yang disengketakan kedua negara.

Para ahli mengatakan pembicaraan tersebut membawa makna yang sangat penting bagi nasib kebuntuan perbatasan yang telah terjadi New Delhi dan Beijing berselisih selama lima bulan terakhir.

Ini adalah pertama kalinya Komandan Korps India dan China bertemu sejak musyawarah 10 jam mereka di Moldo pada 2 Agustus 2020.

Sejak itu, pasukan kedua negara bentrok setidaknya dua kali dan bahkan saling menuduh menembakkan tembakan peringatan ke udara, melanggar perjanjian lama untuk tidak menggunakan senjata api dalam jarak 2 km dari LAC.

Menurut Sameer Patil, seorang rekan studi keamanan internasional di lembaga think tank Gateway House yang berbasis di Mumbai, India ingin mengirim sinyal ke China melalui keterlibatan militer-diplomatik.

“Ini memberikan pesan kepada China bahwa India masih berkomitmen untuk menemukan resolusi diplomatik pada sengketa tersebut,” kata Patil.

“India ingin memastikan bahwa tidak terlihat menyerah pada diplomasi, hanya mendukung pembicaraan tingkat militer,” tambahnya.

Baca Juga: Menyongsong Perang, Militer China Bentuk Tiga Komando untuk Hadapi Jepang, ASEAN dan AS Sekaligus

Mantan direktur jenderal operasi militer Angkatan Darat India, Vinod Bhatia, mengatakan pertemuan itu penting untuk konsensus yang dicapai oleh menteri luar negeri Wang Yi dari China dan S. Jaishankar dari India dalam pertemuan mereka di Moskow, Rusia, beberapa waktu lalu.

“Pejabat militer dari kedua belah pihak harus datang dan mencari tahu bagaimana konsensus politik ini diterjemahkan ke dalam tindakan tingkat dasar.Jadi, pertemuan ini dimaksudkan untuk membahas modalitas aktual dan detail pelepasan, seperti di mana harus melepaskan, kapan dan seberapa banyak,” kata Bhatia.

Militer India mengatakan pihaknya akan mempertahankan sikapnya dan China harus mengambil langkah pelepasan, sebagai bagian dari kebijakan masuk pertama dan keluar pertama.

Orang dalam mengatakan kebijakan tersebut mengacu pada desakan India bahwa sejak China yang memulai perselisihan, Beijing juga harus memulai pelepasan konflik.*zonajakarta

Loading...

Kapal Perang TNI AL Tangkap Dua Kapal Vietnam Pencuri Ikan di Laut Natuna

Gatot Nurmantyo Beberkan Alasan Dirinya Dicopot dari Panglima TNI