in

Mesir dan Rusia Akan Gelar Latihan Militer Gabungan di Laut Hitam

(Kiri-Kanan) Korvet Angkatan Laut Rusia Steregushchy, kapal perusak Nastoichivy dan fregat Admiral Gorshkov berlabuh di teluk pangkalan armada Rusia di Baltiysk di wilayah Kaliningrad, Rusia, 19 Juli 2015. Foto/REUTERS/Maxim Shemetov

Mesir untuk pertama kalinya akan bergabung dalam latihan Angkatan Laut bersama Rusia di Laut Hitam sebelum akhir tahun 2020.

Melansir kantor berita resmi Rusia, TASS, untuk bisa mencapai Laut Hitam, kapal Mesir akan melewati Selat Bosphorus Turki. Padahal, ada ketegangan antara kedua negara sejak mendiang Presiden Mesir Mohammed Morsi digulingkan pada 2013.

Di kota Novorossiysk, Rusia, delegasi dari Angkatan Laut Mesir dan Rusia akan “mengadakan konferensi tiga hari tentang persiapan dan penyelenggaraan latihan gabungan Bridge of Friendship —2020”.

Selama latihan, Angkatan Laut dengan dukungan pesawat akan berlatih untuk mempertahankan jalur laut dari berbagai ancaman.

Latihan tersebut akan mencakup manuver untuk mengerahkan pasukan dan mengembalikan persediaan di laut, serta mencari kapal yang mencurigakan.

Angkatan Laut akan melakukan pelatihan semua jenis perlawanan di laut, meluncurkan missil dan artileri menggunakan senjata kapal.

Latihan itu dilaporkan TASS untuk meningkatkan kerja sama angkatan laut dalam melayani keamanan dan stabilitas di laut, serta untuk bertukar pengalaman dalam melawan berbagai ancaman.

Melansir Arab News, Mohamed Soliman, seorang peneliti di Middle East Institute for Political Studies yang berbasis di Washington, mengatakan bahwa ini kali pertama Mesir mengirim kapal militer ke Laut Hitam. Menurutnya juga ini “sinyal” Mesir ke Turki.

Pandangan ini disepakati oleh pakar militer Mesir Nabil Muharram, yang mengatakan bahwa Kairo ingin mengirim pesan bahwa angkatan lautnya hadir untuk menciptakan keseimbangan di kawasan dan siap membela kepentingan Mesir.

Muharram menambahkan, Angkatan Laut Mesir memiliki hubungan yang kuat dengan Rusia sejak tahun 1950-an.

Sementara menurut Ayman Salama, anggota Dewan Urusan Luar Negeri Mesir, partisipasi negaranya dalam latihan tersebut terjadi pada saat yang penting di tengah ketegangan di Mediterania karena adanya upaya Turki dalam mengontrol sumber daya energi.

Dia menambahkan bahwa penguatan hubungan strategis Mesir-Rusia menjadi sumber perhatian Ankara.

Karena, sebelumnya, hubungan Mesir dengan Moskwa memburuk akibat intervensi Turki di Libya dan konflik Armenia-Azerbaijan.

Adapun menurut Moussa Mostafa Moussa, ketua Partai Al Ghad Mesir dan mantan calon presiden, Rusia ingin mengirim pesan yang kuat ke Ankara agar tidak turut campur tangan di Kyrgyzstan dan konflik Armenia-Azerbaijan.

Sumber: Kompas

Loading...

Siaga di Jakarta, TNI Datangkan 2 Batalyon Marinir dari Jawa Timur

Prabowo Duga Kekuatan Asing Ingin Ciptakan Kekacauan Lewat Demo UU Cipta Kerja