in

Rusia Siap Bekukan Semua Hulu Ledak Nuklirnya

Misil balistik antarbenua Yars RS-24 yang bisa mengangkut beberapa hulu ledak nuklir dan bisa menghantam sasaran sejauh 16.000 kilometer.(KIRILL KUDRYAVTSEV/AFP)

Rusia siap membekukan seluruh hulu ledak nuklirnya jika Amerika Serikat (AS) melakukan hal yang sama untuk memperpanjang perjanjian kontrol senjata nuklir terakhir mereka selama setahun.

Tawaran itu tampaknya mempersempit perbedaan antara kedua belah pihak terkait nasib perjanjian New START yang akan berakhir pada Februari nanti. Tawaran ini juga datang dua minggu sebelum pemilu presiden AS.

AS pekan lalu menolak tawaran Rusia untuk memperpanjang pakta itu tanpa syarat selama satu tahun, dengan mengatakan bahwa setiap proposal yang tidak mempertimbangkan pembekuan semua hulu ledak nuklir adalah “non-starter”.

Tetapi pernyataan yang diterbitkan oleh Kementerian Luar Negeri Rusia pada hari Selasa (20/10/2020) menunjukkan bahwa posisi kedua negara telah semakin dekat.

“Rusia mengusulkan untuk memperpanjang New START satu tahun dan siap bersama dengan Amerika Serikat untuk membuat komitmen politik untuk ‘membekukan’ jumlah hulu ledak nuklir yang dipegang oleh para pihak untuk periode ini,” katanya Kementerian Luar Negeri Rusia seperti dikutip dari Reuters.

Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan pembekuan hulu ledak dan perpanjangan satu tahun akan dimungkinkan jika Washington tidak membuat tuntutan tambahan. Dikatakan perpanjangan itu akan memberi kedua pihak waktu untuk membahas kontrol senjata nuklir secara lebih mendalam.

Perjanjian New START, ditandatangani pada tahun 2010, memberlakukan batasan pada persenjataan nuklir strategis kedua negara.

Memperluasnya akan menandai titik terang yang langka dalam hubungan antara kedua negara. Kegagalan untuk melakukannya akan menghilangkan pilar utama yang menjaga keseimbangan nuklir di antara mereka dan menambah elemen ketegangan lainnya.

Moskow dan Washington telah berselisih tentang perjanjian itu meskipun beberapa bulan pembicaraan. Amerika Serikat telah meminta China untuk dimasukkan dalam perjanjian yang lebih luas yang akan menggantikan New START. Namun China telah menolak mentah-mentah proposal tersebut.

Tahun lalu AS menarik diri dari pakta kendali senjata era Perang Dingin yang melarang peluncuran rudal balistik dan rudal jelajah nuklir serta konvensional dengan jangkauan antara 500-5.500 km, dengan alasan Rusia telah melakukan pelanggaran yang dibantah oleh Moskow.

Sumber: Sindonews

Loading...

Inggris Sebut China Coba Bangun Kekuatan Militer Maritim Terbesar di Dunia

>Achmad Nasrudin YahyaPrajurit TNI tengah berkonsentrasi saat melakukan pengintaian di Kampung Jalai, Distrik Sugapa, Intan Jaya, Papua

TNI-Polri Gerebek Markas KKB di Distrik Sugapa, 1 Tewas dan 2 Ditangkap