in

Apakah Kunjungan Menlu AS Juga Membahas Pangkalan Militernya di Indonesia?

US Air Force KC-135 Stratotankers di landasan 379th Air Expeditionary Wing di pangkalan militer Al Udeid, Qatar, pada 19 Agustus 2017.(Foto National Air Guard AS oleh Master Sgt. Andrew J. Moseley via Washington Times)

 Militer – Pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo pada Kamis, 29 Oktober 2020, diyakini membahas sejumlah kerja sama, termasuk pertahanan. Namun, pertemuan itu dinilai tak membahas rencana Amerika membangun pangkalan militer di Indonesia.

“Saya yakin Amerika juga tidak meminta itu,” kata Ketua Komisi I Meutya Hafid di Hotel Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta, Jumat, 30 Oktober 2020.
 
Politikus Golkar itu melihat kerja sama pertahanan yang dibahas sebatas penguatan. Salah satunya, latihan bersama antara pasukan militer Indonesia dan Amerika.

Selain itu, pertemuan juga membahas stabilitas keamanan kawasan. Hal ini perlu dilakukan agar seluruh negara menghormati aturan yang berlaku.

“Negara-negara saling duduk bersama untuk membahas dan mematuhi hukum internasional yang berlaku di perairan-perairan, tidak hanya Natuna tapi di mana pun,” ungkap dia.

Selain pertahanan, Jokowi dan Pompeo disebut membahas kerja sama bidang perekonomian dan kesehatan. Sebab, dunia tengah dilanda pandemi virus korona (covid-19).

Meutya mengapresiasi langkah politik luar negeri Indonesia yang aktif menjalin kerja sama dengan berbagai negara. Hal itu diharapkan dapat meminimalisasi dampak pandemi virus korona bagi Indonesia dan dunia.

“Kita sedang menghadapi pandemi juga potensi kesulitan dunia, komunikasi dengan berbagai negara itu menjadi amat baik,” ujar dia.

Sumber: Medcom

Loading...

Deplu AS setuju untuk menjual 50 jet tempur F-35A ke UEA. Foto/Ilustrasi

Departemen Luar Negri AS Setuju Jual 50 Jet Tempur F-35A ke UEA Senilai USD10,4 miliar

Kapal Kapal Perang NATO Masuki Laut Hitam, Armada Angkatan Laut Rusia Siaga dan Terus Lakukan Pemantauan