in

Pasukan Rusia Lihat Mayat-mayat Tentara Armenia Bergelimpangan di Jalan

Mayat tentara etnis Armenia bergelimpangan di jalanan Nagorno-Karabakh. Foto/REUTERS

Mayat-mayat tentara etnik Armenia bergelimpangan di jalanan di Nagorno-Karabakh saat pasukan penjaga perdamaian Rusia memasuki wilayah itu dengan kendaraan militer.

Konvoi truk dan kendaraan pengangkut tentara Rusia tampak masuk ke wilayah itu setelah kesepakatan damai antara Armenia dan Azerbaijan.

Rusia mengerahkan hampir 2.000 tentara bersama sejumlah tank dan kendaraan lapis baja lainnya untuk mengamankan gencatan senjata yang disepakati pekan ini setelah perang enam pekan di daerah kantong etnis Armenia di Azerbaijan itu.

Skala kehancuran akibat perang itu terlihat jelas pada Jumat di Nagorno-Karabakh. Situasi juga menunjukkan keputusasaan tentara Armenia dalam perang itu. 

Satu pasukan Rusia, didampingi wartawan Reuters dari perbatasan Armenia, melewati sekitar seratus jasad tentara etnis Armenia yang berserakan di pinggir jalan.

Satu jasad tentara terbaring sujud di tengah jalan saat konvoi Rusia tersebut mendaki bukit.

Mobil-mobil, pecahan peluru, dan mobil van berserakan di pinggir jalan serta satu tank yang terbakar dan kendaraan militer lainnya yang rusak.

Beberapa mayat tergeletak di dalam mobil ambulans militer yang dipenuhi peluru. Salah satu kaki tentara yang mati itu dibalut perban, orang mati lainnya membawa tourniquet yang tampaknya untuk mengobati temannya.

Beberapa batu nisan di pinggir jalan rusak, dan beberapa kendaraan yang dipenuhi peluru memiliki gambar grafiti, termasuk Swastika. Tidak jelas siapa yang menggambar grafiti.

Di Lachin, lebih dekat ke Armenia, sekelompok pria etnis Armenia mengatakan mereka telah berjuang mempertahankan Nagorno-Karabakh. Mereka mengku tidak senang dengan kesepakatan damai tersebut.

Salah satu dari mereka, Suren Zarakyan, 50, mengatakan dia telah pindah ke wilayah Lachin dari Yerevan, ibu kota Armenia, pada 1990-an setelah orang-orang Armenia mengambil wilayah itu dalam perang pertama di Nagorno-Karabakh.

Dia merasa malu ketika mendengar tentang perjanjian gencatan senjata, yang membekukan perolehan wilayah Azerbaijan dan membuka jalan bagi penempatan pasukan Moskow di daerah tersebut.

“Saya mengharapkan lebih banyak dari Rusia dan lebih cepat,” ujar dia. “Tapi Rusia tertarik dengan pangkalan dan tujuannya. Tidak masalah apakah itu di Azerbaijan atau di Armenia. Mereka tertarik untuk tidak membiarkan orang Turki di sini.”

Sumber: Sindonews

Loading...

Ini Rudal Balistik Nuklir Rusia yang Ditakuti Musuh, Mampu Tembus Sistem Pertahanan Apa Pun

Bumi Hangus! Armenia Bakar Rumah sebelum Serahkan Desa ke Azerbaijan