in

Fakta Fakta Kapal Selam Typhoon Class yang Jarang diketahui, Terbesar di Dunia dan Membawa Senjata Nuklir

Typhoon Class – Kapal Selam Terbesar Dunia
Typhoon Class – Kapal Selam Terbesar Dunia

Kapal Selam Typhoon Class merupakan kapal selam terbesar yang persenjataanya sangat mengerikan kapal selam ini membawa Senjata Nuklir yang ditembakan menggunakan Rudal rudal balistik.

Negara-negara Super saling berlomba mengembangkan senjata nuklir yang gila. Pada suatu titik, Amerika Serikat tampaknya lebih unggul dengan persenjataan nuklirnya; persediaan yang mencakup beberapa platform senjata nuklir yang sangat mengesankan seperti kapal selam Ohio class yang besar.

Kemudian Rusia menanggapi dengan platform yang dikembangkan di bawah Project 941 yang dikenal di Rusia sebagai Akula, tetapi dunia lebih mengenalnya sebagai kapal selam Typhoon class.

Project ini ditandatangani pada awal 1970-an dan pada 1976, dan penempatan kapal selam Typhoon class menyebabkan banyak kekhawatiran negara-negara NATO.

Kapal selam Typhoon class memiliki beberapa rekor, yang beberapa di antaranya masih belum tertandingi hingga saat ini. Berikut adalah 15 fakta yang jarang diketahui orang.

1. Kapal Selam yang Sangat besar

Kapal selam Typhoon class tidak ada bandingannya dalam hal ukuran. Kapal selam besar ini membentang hingga panjang 175 m (574 kaki) dan memiliki bobot terendam 48.000 ton. Sebagai perbandingan, kapal selam Ohio terbesar milik Amerika Serikat ‘hanya’ berbobot 19.000 ton, lebih dari sepertiga ukuran Typhoon.

2. Hanya beberapa unit yang dibangun

Angkatan Laut Rusia hanya membangun 6 unit monster air ini. Pesanan diterima untuk unit ketujuh tetapi akhirnya dibatalkan. Awalnya kapal selam mendapat nama dari penomoran lambung, tetapi akhirnya 4 diantaranya diberi nama kota atau perusahaan yang mensponsorinya.

3. Memiliki Desain Lambung Yang Unik

Typhoon class dirancang untuk hampir tidak mungkin tenggelam, meski mendapat banyak serangan torpedo kapal selam diharapkan masih memiliki kemampuan untuk berfungsi. Typhoon memiliki desain multi-lambung – dengan 5 lambung bagian dalam yang dibangun menjadi superstruktur dari 2 lambung paralel utama yang membentang sepanjang kapal selam.

4. Tidak Murah

Karena ukurannya yang luar biasa, pemerintah Rusia pernah membatalkan rencana untuk memperbaharui satu kapal selam. Biaya perbaikan akan sama biayanya dengan membangun 2 kapal selam Borei class yang lebih baru yang memiliki total biaya lebih dari US$ 700 juta.

5. Dirancang dan dibangun sudah sangat lama

Typhoon class tidak dibangun baru-baru ini. Bahkan, konstruksi pertama dimulai pada tahun 1976 dan ditugaskan 5 tahun kemudian. 5 kapal selam Typhoon ditugaskan oleh Angkatan Laut Rusia, dari tahun 1983 hingga 1989, dan dikerahkan ke laut lepas. Sulit untuk melihat seberapa efektif kapal selam di zaman modern ini.

6. Hanya Sedikit yang beroperasi

Rusia cukup pintar untuk menyadari bahwa Typhoon tidak akan berjalan dengan baik dalam pertempuran saat teknologi terus berkembang dan negara-negara lain mengembangkan kapal perang yang lebih canggih. Dari 6 yang dibangun, hanya yang pertama, Dmitry Donskoy, yang masih beroperasi hari ini dan itupun hanya sebagai platform uji coba untuk rudal balistik dan pengembangan kapal selam baru.

7. Belum pernah digunakan dalam pertempuran

Typhoon class tidak pernah harus dikerahkan dalam pertempuran, karena bisa dibayangkan dampak kerusakan luar biasa yang bisa ditimbulkan oleh salah satu kapal selam ini. Alasan utama di balik pembangunannya adalah untuk berfungsi sebagai Detterent selama Perang Dingin dan juga untuk menyamai kemampuan nuklir Amerika Serikat pada saat itu.

8. Amerika Serikat pernah membantu menghapusnya

Sebagai bagian dari program pengurangan ancaman senjata nuklir yang ditimbulkan oleh bekas Uni Soviet, Amerika Serikat menyediakan dana sebesar US$ 250 juta dan juga bekerja sama dengan Rusia untuk membongkar setidaknya satu dari kapal selam Typhoon class dalam sebuah proyek yang dimulai pada tahun 1999.

9. Platform senjata yang menakutkan

Typhoon class dikenal di Rusia sebagai Project Akula. Akula berarti ‘hiu’ dalam bahasa Rusia dan hiu ini memiliki banyak gigi di rahangnya. Setiap kapal selam membawa hingga 20 rudal balistik R-39. Semua rudal ini masing-masing dapat membawa 10 hulu ledak nuklir 100 kiloton yang dapat ditargetkan secara mandiri pada target yang berbeda. Sebagai perbandingan, senjata nuklir yang menghancurkan Hiroshima selama Perang Dunia ke-2 diperkirakan hanya memiliki hululedak 15 kiloton.

10. Insiden TK-17 yang terkenal

Pada bulan September 1991, Typhoon class TK-17 sedang melakukan uji peluncuran salah satu dari 20 rudal balistik SS-N-20 (R-39) ketika roket meledak sebelum waktunya di tabung peluncurannya. Rudal pada saat itu membawa hulu ledak inert, tetapi masih ada masalah pada mesin nuklir dan hulu ledak nuklir yang siap meledak di atas kapal selam. Syukurlah, tindakan kapten yang berpikir cepat mampu menyelamatkan dan mencegah apa yang bisa menjadi insiden bencana internasional.

Nah itulah fakta fakta menarik yang ada pada kapal selam Typhoon class.

Loading...

General Atomics SeaGuardian UAV selama kampanye demonstrasi dengan Penjaga Pantai Jepang di Pangkalan Udara Hachinohe di Prefektur Aomori. Foto Naval News oleh Yoshihiro Inaba.

Untuk Awasi Lautnya, Japan Coast Guard Dan JMSDF Akan Gunakan Drone SeaGuardian MQ-9B

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengecek kesiapan pasukan Kopassus. (Sachril Agustin Berutu/detikcom)

Cek Kesiapan Pasukan Baret Merah, Panglima TNI Sambangi Markas Kopassus