in

Evaluasi Latihan Antar Kecabangan TNI AD, KASAD Ingin Helikopter Serang Apache Diperbanyak

Helikopter AH-64E Apache milik TNI AD yang tiba di Indonesia pada 16 Mei 2018. ( Foto: Boeing )

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa mengungkapkan catatan evaluasinya usai menyaksikan langsung Latihan Antar Kecabangan TNI AD Kartika Yudha TA 2020 di Pusat latihan tempur Kodiklatad, Baturaja, Sumatera Selatan (Sumsel), Kamis (26/11/2020) kemarin.

Menurut dia, latihan pada tahun ini sebenarnya sudah lebih baik daripada tahun-tahun sebelumnya. Meski begitu, Andika mengakui masih ada sejumlah kekurangan pada latihan kali ini, misalnya kurangnya armada perang. “Memang masih banyak kekurangan kami, saya harus akui. Begitu banyak kekurangan kami.

Misalnya jumlah aja, pesawat terbang heli ini kalau ditanya ya kurang,” kata Andika saat memberikan keterangan kepada media usai menyaksikan latihan tersebut.

Andika mengatakan, untuk jenis helikopter dalam perang dibutuhkan heli serang yang lebih banyak. Tak hanya itu, kata dia, helikopter angkut dengan kapasitas yang lebih besar juga masih menjadi catatan. “Heli serang misalnya Apache, kita harusnya punya yang lebih banyak tidak hanya 8 pesawat saja.

Heli angkut harusnya punya yang lebih besar, karena daya angkutnya lebih besar tadi. Itu yang kita punya hanya MI-17 tadi angkut, tadi ada. Tapi tidak hanya itu. Sebetulnya ada yang lebih besar lagi yang kita perlukan,” ujarnya. 

Diketahui, dalam kegiatan latihan antar kecabangan kemarin, pasukan TNI AD juga sempat menunjukkan fly pass 1 unit helikopter serang fennec AS 550, 3 unit helikopter Bell 412 EP, 3 unit helikopter Apache dan 2 unit helikopter M-17 terbang dengan formasi arrow. Sembilan helikopter ini merupakan helikopter terbaru yang dimiliki oleh pusat penerbangan TNI AD dan dipastikan akan selalu siap untuk melaksanakan tugas operasi penerbangan guna mendukung satuan darat.

Loading...

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan ancaman separatisme dengan propaganda untuk memisahkan diri dari NKRI saat ini marak terjadi di media sosial. Foto/Puspen TNI

Panglima TNI Akui Medsos Kerap Dimanfaatkan untuk Propaganda untuk memisahkan diri dari NKRI

Komando Armada I (Koarmada I) TNI Angkatan Laut (AL) mengerahkan 9 Kapal Perang dan 1 pesawat udara CN-235 P-8303 ke perairan Natuna Selatan. Foto/Pen Koarmada I

Komando Armada I TNI AL Kerahkan 9 Kapal Perang dan Pesawat Udara ke Laut Natuna Selatan