in

Terbakar Hebat 4 Hari, Tamat Sudah Kapal Perang AS Bonhomme Richard

Kapal perang Amerika Serikat, USS Bonhomme Richard, terbakar dan meledak di Pangkalan Angkatan Laut San Diego, Minggu (12/7/2020). Foto/Tangkapan layar video New York Times
Kapal perang Amerika Serikat, USS Bonhomme Richard, terbakar dan meledak di Pangkalan Angkatan Laut San Diego, Minggu (12/7/2020). Foto/Tangkapan layar video New York Times

 Kapal serbu amfibi Amerika Serikat (AS), USS Bonhomme Richard, terbakar hebat selama empat hari di San Diego pada Juli lalu. Angkatan Laut Amerika kini memutuskan untuk tidak memperbarui kapal perang tersebut.

Komandan Pusat Pemeliharaan Regional Angkatan Laut Amerika, Laksamana Muda Eric Ver Hage, mengatakan kepada wartawan hari Senin bahwa membuat kapal layak laut lagi akan terlalu mahal. Dengan demikian, tamat sudah riwayat USS Bonhomme Richard.

Ver Hage mengatakan bahwa membangun kembali kapal serbu amfibi kembali seperti sebelum kebakaran Juli akan menelan biaya antara USD2,5 hingga USD3,2 miliar dan memakan waktu antara lima hingga tujuh tahun.

Sebagai perbandingan, kontrak yang diserahkan Angkatan Laut kepada Huntington Ingalls Shipbuilding pada tahun 2017 untuk membangun kapal serbu amfibi berikutnya, kapal kelas America, USS Bougainville, hanya seharga USD3 miliar.

Opsi lain yang dipertimbangkan Angkatan Laut, yaitu mengubah Bonhomme Richard seberat 41.000 ton menjadi kapal rumah sakit, yang akan menelan biaya USD1 miliar. Tetapi, kata Ver Hage, itu memakan waktu yang sama.

Sebaliknya, kapal akan dinonaktifkan, sebuah proses yang hanya akan memakan waktu satu tahun dan menelan biaya USD30 juta.

“Kami tidak mengambil keputusan ini dengan mudah,” kata Sekretaris Angkatan Laut Kenneth Braithwaite kepada Times of San Diego, yang dilansir Selasa (1/12/2020).

“Setelah penilaian material yang ekstensif di mana berbagai tindakan dipertimbangkan dan dievaluasi, kami sampai pada kesimpulan bahwa tidak bertanggung jawab secara fiskal untuk memulihkannya.”

“Meskipun menyedihkan bagi saya bahwa tidak efektif biaya untuk membawanya kembali, saya tahu warisan kapal ini akan terus hidup melalui pria dan wanita pemberani yang berjuang keras untuk menyelamatkannya,” ujarnya.

Dimulai pada 12 Juli, kebakaran yang diyakini telah dimulai di area penyimpanan di Bonhomme Richard berkobar selama empat hari saat kapal berlabuh di San Diego. Kobaran api melukai sedikitnya 63 orang dan menyebabkan kerusakan parah pada kapal perang tersebut, membuat struktur atas aluminiumnya bengkok dan membuatnya miring ke sisi kanan. 

Bulan berikutnya, seorang pejabat senior pertahanan yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada Associated Press bahwa penyelidikan tentang penyebab kebakaran sedang dilakukan.

Kapal kelas Wasp kelima, USS Bonhomme Richard, ditugaskan pada tahun 1998. Ini adalah jenis kapal perang hibrida: sebagian kapal induk dan sebagian kapal pendaratan amfibi, dapat mengirimkan helikopter dan pesawat lepas landas vertikal serta regu Marinir dan peralatan mereka untuk serangan di depan pantai.

Pada saat kebakaran, USS Bonhomme Richard sedang menyelesaikan dua tahun pembaruan yang memungkinkannya untuk membawa jet tempur siluman F-35B Joint Strike Fighter. Peningkatan tersebut menelan biaya USD250 juta untuk Angkatan Laut.

Bryan Clark, pensiunan perwira kapal selam AS dan rekan senior di Institut Hudson, mengatakan kepada Defense News pada saat kebakaran terjadi bahwa bencana tersebut akan menjadi “masalah besar” bagi rencana Washington untuk terus mengerahkan kapal induk dengan F-35 di wilayah Indo-Pasifik.

“Hanya setengah dari (10 kapal serbu amfibi kami) yang mampu membawa F-35B dan Marinir ingin mengurangi skuadron darat mereka. Jadi hilangnya Bonhomme Richard akan berdampak pada kemampuan Angkatan Laut untuk menyediakan F-35 berbasis laut,” katanya.

Sindonews

Loading...
Tim operasi Tinombala menembak mati Subron terduga teroris jaringan Abu Sayyaf di Poso. (Foto dokumentasi).

Teror di Sigi, DPR Desak Densus 88-TNI Kolaborasi Ringkus Kelompok MIT

Kasdam XVIII/Kasuari, Brigjen TNI Ferry Zein membuka latihan Mobile Training Team (MTT) Operasi Lawan Insurjensi (OLI) Yonif 761/Kibibor Akinting (KA), Kamis (26/11/2020) di lapangan upacara Yonif 761/KA, Warmare, Manokwari, Papua Barat.

ULMWP Umumkan Pemerintahan Sementara di Papua, Dorong Referendum Menuju Kemerdekaan