in

Buru Ali Kalora Kapolri Sampai Perintahkan Kapolda Sulteng Berkantor di Poso

Ali Kalora. ©2016 google
Ali Kalora. ©2016 google

Kapolri Jenderal Idham Azis memerintahkan Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Abdul Rakhman Baso untuk berkantor di Poso. Diketahui, saat ini Polri dan TNI tengah memburu kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora yang diduga menjadi pelaku pembantaian satu keluarga di Sigi beberapa waktu lalu.

“Perintah Kapolri hari Selasa 1 Desember 2020, Kapolda Sulteng berkantor di Poso dan diback up oleh tim terbaik Bareskrim Polri,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono dalam keterangan tertulisnya, Rabu (2/12).

Dia mengungkapkan, Satgas Tinombala yang berisikan anggota TNI-Polri masih terus melakukan pengejaran terhadap kelompok MIT. Untuk melakukan pengejaran tersebut, dibantu juga tim Densus 88, pasukan TNI, dukungan drone serta intel IT.

“Pasukan satgas Operasi Tinombala ke wilayah Desa Lembahtongoa, Sausu, Salatanga,” ujarnya.

Selain memburu Kelompok MIT, aparat gabungan juga melakukan trauma healing kepada warga paska aksi teror yang dilakukan kelompok MIT. Penempatan personel Brimob di tiga lokasi di areal transmigrasi Desa Levonu Sigi juga dikerahkan guna memberikan rasa aman kepada warga.

“Bantuan Sembako 400 paket dari Polda untuk masyarakat transmigrasi yang mengungsi di Dusun Levonu. Lalu perbaikan 6 buah rumah tinggal atau pos pelayanan umat sudah mulai dilaksanakan inisiasi dari Polda untuk kecepatan serta bantuan proses pemakaman korban berupa 4 peti mati dan bantuan duka air mata,” ungkapnya.

Jenderal bintang dua ini menegaskan, pihaknya sudah melakukan dialog dengan tokoh masyarakat, agama serta tokoh adat Sulteng agar masyarakat tak termakan isu hoaks.

“Pertemuan dengan pihak MUI, FKUB, media termasuk Komnas HAM sudah dilakukan untuk meredam suasana agar tetap kondusif,” tutupnya.

Merdeka

Loading...
ilustari kontak tembak tni dan kkb

Dibantu 30 Pasukan Khusus TNI, Perburuan Kelompok MIT Menyasar Pegunungan di Sigi

Filipina Izinkan AS Dirikan Pangkalan Militer di Negaranya