in

Pekik Massa Aksi di Surabaya: Papua Bukan Merah Putih

Massa aksi peringatan hari deklarasi kemerdekaan Papua Barat di Surabaya menyebut Papua Bintang Kejora, bukan Merah Putih. (CNN Indonesia/Farid)

Massa dari Aliansi Mahasiswa Papua menggelar demonstrasi peringatan hari deklarasi kemerdekaan Papua Barat di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (1/12).

Pantauan CNNIndonesia.com di lokasi, massa mahasiswa Papua menyampaikan orasi dan menyanyikan lagu bernada protes di depan Grahadi, sembari mengenakan baju adat dan ragam atribut bercorak bendera Bintang Kejora.

“Papua bukan Merah Putih, Papua bukan Merah Putih. Papua Bintang Kejora, Bintang Kejora,” teriak mereka.

“Garuda telah membunuh kami, Cendrawasih menghidupi,” sambung salah satu orator.

Juru bicara massa aksi, Rudi Wonda mengatakan demonstrasi hari ini merupakan upaya memperingati deklarasi kemerdekaan Papua Barat 1 Desember 1961.

“Hari kemerdekaan Bangsa Papua yang dirayakan melalui demonstrasi di seluruh Indonesia,” katanya.

Namun, menurutnya, kemerdekaan Papua Barat 59 tahun silam ternyata tak diakui oleh Indonesia. Presiden Sukarno kala itu menyatakan kemerdekaan Papua Barat hanyalah rekayasa Belanda. Pemerintah RI kemudian melancarkan operasi militer Trikora.

“19 hari setelahnya Presiden Sukarno mengumandangkan Operasi Trikora yang menjadi langkah awal upaya aneksasi West Papua ke dalam bingkai NKRI,” kata dia.

Setelah itu, lanjut Rudi, pemerintah Indonesia melakukan perjanjian Belanda dan Amerika dalam New York Agreement. Namun, tanpa dihadiri perwakilan dari rakyat Papua.

Usai perjanjian itu, kata dia, Bangsa Papua Barat mengalami banyak tekanan. Salah satunya saat Referendum Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) 1969.

Ia menyebut momentum referendum yang semestinya menjadi hak penentuan nasib sendiri bagi Bangsa Papua Barat, pada kenyataannya malah menjadi petaka.

“Pepera hanya melibatkan 0,2 persen dari populasi West Papua, tidak demokratis, penuh teror, intimidasi dan manipulasi serta pelanggaran HAM berat,” ucapnya.

Melalui peringatan kali ini, pihaknya ingin agar masyarakat mengingat hari deklarasi kemerdekaan Papua Barat, dan menuntut Pemerintah Indonesia mengakuinya.

“Kami selalu menuntut untuk pengakuan, Negara Republik Indonesia harus mengakui bahwa rakyat Papua sudah merdeka tanggal 1 Desember 1961 dan segera berikan haknya,” tutupnya. cnn

Loading...

Filipina Izinkan AS Dirikan Pangkalan Militer di Negaranya

Benny Wenda Jadi Presiden Sementara Republik Papua Barat