in

ULMWP Umumkan Pemerintahan Sementara di Papua, Dorong Referendum Menuju Kemerdekaan

Kasdam XVIII/Kasuari, Brigjen TNI Ferry Zein membuka latihan Mobile Training Team (MTT) Operasi Lawan Insurjensi (OLI) Yonif 761/Kibibor Akinting (KA), Kamis (26/11/2020) di lapangan upacara Yonif 761/KA, Warmare, Manokwari, Papua Barat.
Kasdam XVIII/Kasuari, Brigjen TNI Ferry Zein membuka latihan Mobile Training Team (MTT) Operasi Lawan Insurjensi (OLI) Yonif 761/Kibibor Akinting (KA), Kamis (26/11/2020) di lapangan upacara Yonif 761/KA, Warmare, Manokwari, Papua Barat.

The United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) hari ini (01/12) mengumumkan pembentukan Pemerintah Sementara West Papua.

ULMWP adalah koalisi dari berbagai faksi politik yang berjuang untuk kemerdekaan selama bertahun-tahun.

Menurut keterangan tertulis yang diterima ABC Indonesia dari ULMWP, pembentukan pemerintah sementara dalam penantian ini bertujuan untuk memobilisasi rakyat West Papua yang mencakup Provinsi Papua dan Papua Barat, untuk mewujudkan referendum menuju kemerdekaan.

Pemerintah ini nantinya yang akan memegang kendali di Papua dan menyelenggarakan pemilu yang demokratis di sana.

Langkah pembentukan pemerintah sementara ini sekaligus merupakan penolakan langsung apa yang disebut ULMWP sebagai “usaha Jakarta untuk memperpanjang status otonomi khusus di Papua.

Biro Kepresidenan: Pasukan Bersenjata di Papua Barat yang mendukung gerakan separatisme.
Sebagai tambahan catatan kaki sejarah, Dr Richard Chauvel mengingatkan bahwa pada Oktober 2011 lalu Papua pernah memproklamasikan kemerdekaan.

“Pada Kongres Rakyat Papua ke-3, terjadi proklamasi Papua sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat, dengan Forkorus Yaboisembut sebagai Presiden dan Edison Waromi sebagai PM.”

“Pertemuan itu dibubarkan dengan kekerasan, beberapa orang tewas, banyak yang ditahan dan Forkorus dihukum karena pemberontakan. Setidaknya Benny Wenda aman di Oxford atau Vanuatu,” tutur Dr Richard Chauvel.

Namun, menurut Elvira, tidak seperti tahun 2011 kali ini gerakan kemerdekaan Papua jauh lebih terkonsolidasi.

Ia mengatakan, peran ULMWP sangat penting dan signifikan.

Aksi baku tembak TNI-Polri dengan KKB Papua.
Aksi baku tembak TNI-Polri dengan KKB Papua. (PUSPEN TNI/PUSPEN TNI)

“Meskipun terhitung \’baru\’ ULMWP sebenarnya bukan kantor baru dalam gerakan kemerdekaan Papua. Ia mengkonsolidasikan berbagai organisasi yang masing-masing punya massa, dan menjadikannya adalah payung organisasi yang paling besar yang pernah ada dalam sejarah Papua. “

“Jadi dari sisi itu menurut saya [gerakan] ini kuat, bisa memobilisasi masyarakat untuk misalnya soal penolakan otsus. Pengumuman hari ini sebaiknya dijadikan momentum Pemerintah Indonesia untuk mengevaluasi Otsus dan pelibatan serta aspirasi orang Papua dalam kebijakan soal Papua,” pungkasnya.

 tribunmanado.co.id 

Loading...
Kapal perang Amerika Serikat, USS Bonhomme Richard, terbakar dan meledak di Pangkalan Angkatan Laut San Diego, Minggu (12/7/2020). Foto/Tangkapan layar video New York Times

Terbakar Hebat 4 Hari, Tamat Sudah Kapal Perang AS Bonhomme Richard

Buru Kelompok Ali Kalora, TNI Kirimkan Pasukan Khusus dari Kostrad, Marinir dan Tontaikam ke Sigi