in

Khawatir diserang Karena Kapal Induk China Mendekat, Taiwan Kerahkan 6 Kapal Perang dan 8 Pesawat

Kapal Induk Liaoning Berlayar Melintasi Selat Taiwan Setelah China Melontarkan Peringatan Pada Taiwan | AFP

Kapal induk Shandong bersama empat kapal perang China bermanuver dengan melewati Selat Taiwan yang sensitif pada hari Minggu. Militer Taipei pun bereaksi dengan mengerahkan enam kapal perang dan delapan pesawat Angkatan Udara.

Aksi kelompok tempur kapal induk Shandong terjadi sehari setelah kapal perang AS transit di jalur air yang sama.

Meskipun ini bukan pertama kalinya kapal induk China mendekati Taiwan, namun manuver kemarin terjadi pada saat ketegangan yang meningkat antara Taipei dan Beijing. China sampai saat ini tetap mengklaim pulau Taiwan yang sudah memerintah sendiri secara demokratis itu sebagai wilayahnya. 

Taiwan telah mengeluhkan aktivitas militer China yang berulang kali, termasuk menerbangkan pesawat Angkatan Udara secara reguler di dekat pulau itu. Militer Beijing mengatakan latihan semacam itu ditujukan untuk melindungi kedaulatan negara.

Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan, kapal induk Shandong—yang secara resmi ditugaskan hampir tepat satu tahun lalu—disertai dengan empat kapal perang telah berangkat dari pelabuhan Dalian di China utara sejak Kamis pekan lalu.

Setelah melewati Selat Taiwan yang sempit pada hari Minggu, kelompok tempur kapal induk itu melanjutkan ke arah selatan.

Kementerian Pertahanan China tidak segera menanggapi permintaan komentar.

China sebelumnya mengatakan bahwa perjalanan semacam itu oleh kapal induknya melalui Selat Taiwan adalah misi rutin, sering kali dalam perjalanan untuk latihan tempur di Laut China Selatan yang disengketakan.

Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan bahwa enam kapal perang dan delapan pesawat Angkatan Udara dikerahkan untuk berjaga-jaga dan memantau pergerakan kapal-kapal China.

“Dengan dukungan rakyat, angkatan bersenjata nasional memiliki kepercayaan dan kemampuan untuk menjaga Tanah Air, dan memastikan keamanan nasional dan menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan,” kata kementerian tersebut, seperti dikutip dari Reuters, Senin (21/12/2020).

Pada hari Sabtu, sebuah kapal perang AS berlayar melalui Selat Taiwan, yang merupakan misi ke-12 Angkatan Laut AS sepanjang tahun ini.

Militer China mengaku memnguntit kapal perang Amerika tersebut.

Beijing marah dengan meningkatnya dukungan AS untuk Taiwan, termasuk penjualan senjata baru dan kunjungan pejabat senior AS ke Taipei, yang semakin memperburuk hubungan China-AS yang sudah buruk.

Sebelumnya, Presiden Taiwan Tsai Ing-wen yang mengawasi perombakan militer pulau itu, telah meluncurkan peralatan baru seperti korvet siluman “pembunuh kapal induk”.

Sindonews

Loading...

Kapal selam bertenaga nuklir Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Georgia, muncul di Selat Hormuz yang dekat dengan wilayah Iran, Senin (21/12/2020). Foto/MCS2 Indra Beaufort/US Navy

Gertak Iran, Kapal selam nuklir AS Dengan Rudal Tomahawk Tiba Tiba Muncul di Selat Hormuz

Kapal induk China, Shandong, saat melakukan uji coba laut di Laut Kuning. Foto/Tangkapan layar dari YouTube

Menuju Laut China Selatan, Kelompok Tempur yang dipimpin Kapal Induk China Akan Laukan Latihan Perang