in

Tak Takut dapat Sangsi dari AS, Rusia dan Turki tetap kembangkan kerjasama teknis militer

s400 rusia

Rusia dan Turki menegaskan kembali komitmen untuk mengembangkan kerjasama teknis militer, meskipun ada tekanan dari Amerika Serikat (AS).

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan pada Selasa (29/12) tentang hasil pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu tersebut.

“Kami telah menegaskan kembali komitmen timbal balik kami untuk mengembangkan kerja sama teknis militer,” kata Lavrov di Sochi, Rusia, seperti dikutip kantor berita TASS. 

“Presiden (Rusia Vladimir) Putin berkali-kali menunjukkan, kami menghargai komitmen utama kolega Turki kami untuk melanjutkan kerjasama di bidang ini, meskipun ada tekanan tidak sah yang sedang berlangsung dari samping,” ujarnya. 

“Washington secara terang-terangan melobi kepentingan produsen Amerika Serikat melalui metode non-pasar dan tidak sah,” imbuh dia.

Pada 14 Desember lalu, AS mengumumkan sanksi terhadap Kepala Industri Pertahanan Turki Ismail Demir dan tiga warga negara Turki dengan menggunakan Countering America’s Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA).

Sanksi tersebut Washington jatuhkan karena pembelian sistem pertahanan udara S-400 buatan Rusia oleh Ankara. Sistem tersebut dirancang untuk menghancurkan pesawat, rudal jelajah dan balistik, termasuk misil jarak menengah. 

kontan

Loading...

Nelayan Selayar Temukan Benda Berkamera Mirip Rudal, TNI AU: Bukan Milik Kami

Iran memperingatkan Israel untuk tidak mengerahkan kekuatan militer di Teluk Arab. (Foto: AFP/HEIDI LEVINE)

Iran Ancam Kapal Selam Israel Tak Macam-macam di Teluk Persia