in

Momen Penuh Haru Prajurit TNI Bertemu Sang Ibu Untuk Pertama Kali Selama 18 Tahun

Momen Prajurit TNI Bertemu Sang Ibu Pertama Kali. YouTube @TNI AD via: Merdeka.com

Setiap orang memiliki cerita kehidupan masing-masing. Seperti prajurit TNI yang satu ini. Sejak duduk di kelas 3 bangku Sekolah Dasar, dirinya kerap kali mendapat bullying.

Tak hanya itu, selama 18 tahun pula dirinya tak bertemu dengan sang ayah maupun ibunya. Bahkan, dia tidak pernah tahu wajah sang ibu seperti apa. Namun siapa sangka, dia bisa bertemu kembali dengan sang ibu.

Penasaran dengan momen prajurit TNI bertemu dengan ibunya untuk pertama kali? Melansir dari akun YouTube TNI AD, Rabu (13/1/2021), simak ulasan informasinya berikut ini.

Kerap Dibully & Ditinggal Orangtua

Setiap orang memiliki cerita kehidupan masing-masing. Seperti prajurit TNI yang satu ini. Sejak duduk di kelas 3 bangku Sekolah Dasar, dirinya kerap kali mendapat bullying. Selain itu, dia juga tak pernah bertemu dengan orangtuanya selama 18 tahun ini.

“Jadi dulu tuh dari kelas 3 SD tuh saya sering di bully. Terus bapak saya sudah tinggalin saya TK nol besar, sama juga sama mama dari TK nol besar sudah ditinggal ke Malaysia. Jadi enggak pernah tahu muka mama kaya gimana gitu,” ujar M. Dimas Pratama.

“Kalau ngomong soal kangen ya pasti kangen. Soalnya sudah 18 tahun tak bertemu sama sekali,” lanjutnya.

Sang Ibu Datang

Namun siapa sangka, sang ibu datang dalam acara pembukaan pendidikan pertama Tamtama TNI AD Gelombang I TA. 2020. Ibu Dimas Pratama ini bertemu juga dengan Mayjen TNI Kurnia Dewantara, Panglima Kodam IX/UDAYANA sebelum bertemu dengan anaknya.

“Namanya siapa bu?,” tanya Mayjen TNI Kurnia Dewantara, Panglima Kodam IX/UDAYANA.

“Ibu Maimunah,” ujar ibu berbaju dan hijab merah.

“Putranya yang ikut pendidikan di sini?,” tanya Kurnia Dewantara lagi.

“Ada Pak. Dimas Pratama,” jawab ibu Maimunah.

“Dimas Pratama? Oh gitu, anak nomor berapa?,” tanyanya lagi.

“Pertama pak,” jawab sang ibu.

“Anak pertama? Sudah berapa lama enggak ketemu?,” tanya Kurnia Dewantara.

“18 tahun pak,” jawab ibu Maimunah tak kuasa menahan tangisnya.

Tinggal dengan Nenek

Rupanya selama ini Dimas Pratama tinggal bersama sang nenek. Akan tetapi saat nenek meninggal, Dimas pindah tinggal bersama sang bibi di Sumba.

“Selama ini Dimas tinggal di mana?,” tanya Kurnia Dewantara.

“sama neneknya,” jawab ibu Maimunah masih menangis.

“Sama neneknya. Di mana?,” tanyanya lagi.

“Di Sumba,” jawab ibu Maimunah.

“Di Sumba? Oh beda tempat. Begitu ya, tinggal sama nenek,” ulang Kurnia Dewantara.

“Neneknya meninggal, dia tinggal sama bibinya,” ungkap ibu Maimunah.

“Oh gitu, iya, iya. Mana Dimasnya?,” panggil Kurnia Dewantara.

“Siap,” jawab Dimas Pratama.

Bertemu Kembali dengan Sang Ibu

Kurnia Dewantara lantas memanggil Dimas Pratama untuk maju ke depan. Sebelum melepas rindu, Kurnia Dewantara memberikan wejangan terlebih dahulu kepada sang prajurit. Dirinya berpesan untuk selalu mengingat sosok sang ibu. Sebab, Dimas bisa menjadi seperti sekarang itu tak lepas dari peran doa sang ibu.

“Kamu bisa menjadi seperti ini pasti itu karena doa ibumu. Pasti itu karena memang ibumu melindungimu,” ujar Panglima Kodam IX/UDAYANA.

“Siap, betul,” kata Dimas.

“Sekarang kamu sudah gagah, nanti kamu harus berbakti kepada bangsa dan negara dan kepada orangtua mu,” lanjut Kurnia Dewantara.

“Siap Panglima,” jawab Dimas.

“Apapun yang terjadi sebelum-sebelumnya itu merupakan jalan hidupmu. Tetapi sekarang kamu sudah jadi orang seperti ini, kamu tidak boleh lupa sama ibu,” kata Kurnia Dewantara.

“Siap,” kata Dimas langsung memeluk sang ibu.

“Untuk orangtua laki-laki belum ditemukan jadi masih sementara pergi ke kampung bapak. Cari tahu bapak di mana, ketika tahu InsyaAllah nanti langsung ke sana cari. Dengan menjadi tentara, saya harus mempersatukan kembali keluarga saya begitu,” tandasnya.

Videonya

Merdeka

Loading...
Foto: Menteri BUMN, Erick Thohir bersama dengan Panglima TNI, Menteri Kesehatan, Menteri PUPR dan Kepala BNPB hari ini memastikan bahwa RS Darurat Penanganan Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran sudah bisa beroperasi esok hari, Senin 23/03. (Dok.BUMN)

Dear Prajurit TNI! Ini Pesan Panglima TNI Saat Divaksin

Fokus Bantu Melaksanakan SAR, TNI AL Batalkan Peringatan Hari Dharma Samudera