in

Pesawat Tempur Su-35 Rusia Tidak Ada dalam Rencana Pembelian Angkatan Udara Indonesia

Pesawat tempur Su-35
Pesawat tempur Su-35

Rencana pembelian alutsista TNI AU hingga 2024 belum menuliskan Su-35 Rusia yang kontraknya sudah ditandatangani pada 2018.

TNI AU mengungkapkan bahwa pihaknya berencana untuk membeli jet tempur generasi 4,5 yang canggih, termasuk Dassault Rafale Prancis dan / atau F-15 bekas buatan AS, pada tahun 2024, sebagai bagian dari rencana strategis untuk meningkatkan kemampuan pertahanan udara Indonesia.

“Mulai 2021 hingga 2024, kami akan segera merealisasikan akuisisi berbagai sistem pertahanan senjata primer modern secara bertahap,” kata  Marsekal Fajar Prasetyo, Kepala Staf TNI AU, pada Rapat Pimpinan TNI AU tahunan yang diadakan di Markas Besar TNI AU di sini pada Kamis (18 Februari 2021).

Kurangnya penyebutan Su-35 dipandang sebagai tanda Jakarta meninggalkan kesepakatan dengan Rusia sebagian besar karena takut sanksi Amerika. AS telah menawarkan untuk menjual F-15 bekas tetapi mengupgrade saat Jakarta berbelanja jet Eurofighter generasi pertama dari Austria.

Alasan lain untuk menjaga jarak dari Su-35 bisa menjadi konfrontasi dengan China di Laut China Selatan. Indonesia melihat pentingnya memiliki jet tempur yang dapat dioperasikan dengan AS dan sekutu baratnya seperti Prancis dan Australia untuk melawan China.

“Rencana pengadaan alutsista sering mengalami perubahan karena kondisi global, dan kemampuan negara,” kata  Marsekal Fajar Prasety.

“Meski kita memiliki pedoman postur, rencana strategis, dan kekuatan esensial minimum, namun implementasinya bertumpu pada berbagai faktor dan kondisi yang terus berubah secara dinamis,” imbuhnya.

Semua pemangku kepentingan, termasuk Kementerian Pertahanan dan TNI AU, telah menganalisis dan membahas rencana penyelesaian masalah terkait pengadaan alutsista, katanya.

“Kami juga akan memodernisasi berbagai pesawat jet TNI AU mulai tahun ini,” informasinya.

Pengadaan alutsista ditujukan untuk memperkuat kekuatan TNI di udara untuk melindungi kedaulatan negara, katanya.

Selain itu, akan berkontribusi dalam diplomasi pertahanan dengan negara lain, karena memiliki nilai strategis bagi konstelasi politik global, tambahnya.

TNI AU juga mempertimbangkan untuk membeli pesawat angkut multi-peran dan pesawat angkut Hercules C-130J, kata Kepala Staf Angkatan Udara, Marsekal Fadjar Prasetyo, dalam keterangan pers yang dirilis pada 22 Februari. Ia juga berencana untuk membeli radar GC13, pesawat dengan kemampuan peringatan dini udara, kendaraan udara tempur tak berawak (UCAV) dengan kemampuan daya tahan lama ketinggian menengah (MALE), dan sistem pertahanan persenjataan utama lainnya, katanya.

Sumber: defenseworld.net

Loading...

Prajurit Kostrad ini Sampai Stroke hingga Lumpuh Usai Disengat 8 Tawon Ndas

Jenazah Prajurit TNI Korban Baku Tembak dengan Teroris MIT Dimakamkan di Pekanbaru