in ,

Korea Selatan Secara Resmi Mengakui Program KF-X tetap Bejalan Walaupun Indonesia Keluar

Tempat perakitan terakhir prototipe KF-X 1, yang dirilis ke media pada tanggal 24 Februari. [Foto = Administrasi Program Akuisisi Pertahanan, disediakan oleh National Defense Daily]
Tempat perakitan terakhir prototipe KF-X 1, yang dirilis ke media pada tanggal 24 Februari. [Foto = Administrasi Program Akuisisi Pertahanan, disediakan oleh National Defense Daily]

Pemerintah Korea telah secara resmi mengakui bahwa program KF-X Korean Fighter tetap tidak akan terpengaruh jika Indonesia dihapus dari program tersebut.

Pemerintah Indonesia diwajibkan untuk membayar 20% bagiannya dari program KF-X, tetapi telah gagal melakukan pembayaran sejak Januari 2019. Indonesia saat ini telah membayar sekitar $ 201,4 juta dari komitmen $ 1,51 miliar.

Mereka baru-baru ini mengumumkan keinginan ambisius mereka untuk membeli F-15EX atau Rafale, tetapi pemerintah Korea mengklarifikasi bahwa tidak ada hubungan langsung antara partisipasi Indonesia di KF-X dan minat mereka pada pesawat asing.  Keinginan Indonesia untuk mengakuisisi pesawat baru seperti F-15EX dan Rafale dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan mendesak mereka, sedangkan KF-X untuk kebutuhan jangka panjang.

Meski demikian, pemerintah Korea menambahkan bahwa penghapusan Indonesia dari program KF-X tidak akan berdampak negatif.

1) Telah dikonfirmasi secara resmi bahwa pemindahan Indonesia tidak akan mempengaruhi proyeksi biaya unit KF-X saat ini, yang dihitung berdasarkan 120 pesawat yang pada awalnya dipesan oleh Angkatan Udara Republik Korea.  Itu belum termasuk 48 pesawat yang dipesan Indonesia.

2) Indonesia tidak dapat mengklaim kembali $ 201,4 juta yang dibayarkan kepada Korea Selatan jika keluar dari program.  Sesuai perjanjian bilateral, jika Indonesia melewatkan lebih dari dua pembayaran, Indonesia tidak berhak atas dana yang telah disediakan.

3) Menurut sumber orang dalam (terpisah dari pemberitaan ini), beberapa komponen KF-X yang semula dimaksudkan untuk diproduksi di Indonesia telah disiapkan untuk diproduksi di Korea Selatan.  Ini dilaporkan mulai berlaku setelah Indonesia mulai menunda pembayaran.  Dengan demikian, tidak akan ada penundaan produksi KF-X jika Indonesia dikeluarkan.

4) Namun, akan bermanfaat bagi hubungan bilateral dan biaya program secara keseluruhan jika Indonesia tetap berada dalam program KF-X.  Namun, pemerintah Korea Selatan tidak terburu-buru untuk menekan Indonesia karena program KF-X akan terus berjalan lancar dengan atau tanpa mereka.  Indonesia akan memperoleh keuntungan semakin sedikit jika semakin lama penundaan pembayaran.

Sumber

Loading...

KRI I Gusti Ngurah Rai-332 ‘Si Penjaga Blok Ambalat’ Yang Mampu Membajak Sistem Persenjataan Musuh

Dandenpom III/5 Bandung Letkol Cpm Harjono Pamungkas Putro menyerahkan mobil, pelat nomor palsu, dan pelaku RHK alias Pooja ke Satreskrim Polrestabes Bandung. (Foto: Agung Bakti Sarasa)

Wanita Cantik Pamer Mobil Ngaku Beli Pelat Nomor TNI Bodong Rp1,5 Juta