in

Pekan ini, Korea Selatan dan AS akan Lakukan Latihan Militer Selama 9 Hari

Harapan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkabul. Korea Selatan (Korsel) bersedia menambah kontribusi finansial untuk membiayai penempatan pasukan Negeri Paman Sam di negaranya (Reuters)

Korea Selatan dan Amerika Serikat akan melakukan latihan militer gabungan pada pekan ini. Akan tetapi, latihan militer bersama ini akan dilakukan dengan jumlah personil lebih kecil gara-gara pandemi Covid-19.

Seoul pada Minggu, 7 Maret 2021, mengatakan Korea Selatan dan dan Amerika Serikat akan melakukan latihan militer musim selama sembilan hari. Diantara latihan yang dilakukan adalah simulasi menggunakan komputer pos komando.

“Kami mengambil pertimbangan secara komprehensif kondisi Covid-19 yang terjadi ini. Latihan ini untuk menjaga kesiapan tempur, denuklirisasi di Semenanjung Korea dan menegakkan perdamaian,” demikian keterangan Departemen Latihan Militer Gabungan Korea Selatan.

Latihan yang hendak dilakukan itu, akan bersifat defensif. Akan tetapi, latihan ini tidak akan meliputi manuver di luar ruangan, yang umumnya dilakukan sepanjang tahun. Bukan hanya itu, jumlah pasukan dan peralatan akan diminimalisir karena dampak pandemi Covid-19.

Drone militer Amerika Serikat RQ-4A Global Hawk.[CNN]

Latihan militer gabungan Amerika Serikat dan Korea Selatan diawasi oleh Korea Utara dan menyebutnya sebagai latihan perang. Menurut Chad O’Carroll, CEO Korea Risk Group yang rutin memantau Korea Utara, Pyongyang kadang merespon latihan militer gabungan semacam itu dengan memamerkan kekuatan militernya.

“Saya rasa banyak agenda domestik yang akan membawa risiko eskalasi. Ini adalah sebuah pemerintahan (Pyongyang) yang cenderung fokus pada sumber dayanya sendiri, yang menangani masalah dalam satu waktu,” kata O’Carroll.     

Korea Utara secara drastik melakukan tindakan pencegahan penyebaran wabah Covid-19. Virus corona bisa memperburuk kondisi di negara itu perekonomiannya. Di Korea Utara sudah muncul laporan kelaparan menyusul sanksi internasional.

Latihan militer gabungan Korea Selatan dan Amerika Serikat ditujukan pula untuk memberikan sebuah kesempatan untuk menilai kesiapan Korea Selatan untuk mengambil alih kendali operasional waktu perang (OPCON). Sebelum pandemi Covid-19 terjadi, latihan militer gabungan sudah dikurangi, guna memfasilitasi negosiasi-negosiasi yang dilakukan Amerika Serikat untuk membongkar program nuklir Pyongyang.

Loading...
Anggota Raider Komando Cadangan Stratehis Angkatan Darat (Kostrad)

KOSTRAD, Pasukan Berani Mati TNI yang Tak Pernah Gagal

Presiden AS Joe Biden Tunjuk Dua Jenderal Wanita Pimpin Komando Militer AS