in ,

Menimbang Kapal Selam Scorpene Prancis dan Type 214 Jerman

Kapal selam merupakan salah satu target modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) di era kepemimpinan Menteri Pertahanan Letnan Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto.

Merespons hal itu, Prabowo pun melakukan safari ke berbagai negara dalam mewujudkan pengadaan kapal selam. Dalam kurun waktu tiga bulan belakangan, CNBC Indonesia mencatat Indonesia mendapatkan tawaran produk kapal selam dari Prancis dan Jerman.

Berikut adalah penjelasan singkatnya:

Kapal selam Scorpene Prancis (kelas Riachuelo)

Per Desember 2020, Kementerian Pertahanan (Kemenhan) dilaporkan berdiskusi dengan konsorsium perusahaan galangan kapal asal Perancis Naval Group. Seperti dilaporkan Janes, Indonesia tengah menjajaki pemesanan kapal selam kelas Riachuelo, yang merupakan modifikasi dari kelas Scorpene.

Scorpene adalah kapal selam konvensional yang dirancang oleh Naval Group (Perancis) untuk pasar ekspor. Naval Group memang memberikan promosi dengan iming-iming transfer teknologi dalam pembelian kapal selamnya.

Kapal selam Scorpene Prancis kelas Riachuelo-Brazil (photo : Brazilian Navy)

Sedikitnya ada 14 kapal selam Scorpene sudah dioperasikan dan dibangun di luar Perancis antara lain Angkatan Laut Chili sebanyak 2 unit, Angkatan Laut Malaysia sudah beroperasi 2 unit, Angkatan Laut India sebanyak 6 unit dan Angkatan Laut Brasil 4 unit.

Desain Scorpene yang dibuat Brasil bersama Perancis sudah mengalami modifikasi sesuai dengan kebutuhan spesifik. Scorpene Brasil atau Riachuelo sedikit lebih panjang untuk membawa awak yang lebih besar, juga hampir dua kali lipat dalam jarak patroli, dan mampu menempuh jarak yang lebih jauh.

Scorpene dirancang multiguna sebagai kapal selam samudra juga cocok untuk operasi perairan dangkal. Sehingga mampu diandalkan untuk berbagai misi seperti perang anti-permukaan dan anti-kapal selam, operasi khusus, dan kegiatan intelijen.

Bisa dibilang kapal selam Riachuelo mengintegrasikan peningkatan dari kapal selam serang cepat Kelas Barracuda Perancis, Scorpene yang punya kemampuan lebih canggih.

Spesifikasi tentang Riachuelo di antaranya beban diatas permukaan 1.600 – 2.000 ton, panjang 72 meter dan kecepatan di dalam air mampu melebihi 20 knot.
Dengan kemampuan menyelam lebih dari 300 meter, kapal selam ini mampu menyelam selama 45 hari dengan kapasitas 35 orang awak. Total muatan senjata Riachuelo 18 unit, tabung senjata 6 laras dan mampu beroperasi di laut lebih dari 240 hari pertahunnya.

Kapal selam Tipe 214 Jerman kelas Papanikolis-Yunani (photo : Naval Press)

Kapal selam Tipe 214 Jerman (kelas Papanikolis)

Pemerintah melalui Kementerian Pertahanan dan Kementerian BUMN mengadakan pertemuan dengan para perwakilan dari Thyssen-Krupp Marine Systems (TKMS), produsen kapal selam asal Jerman pekan ini. TKMS menawarkan proposal pengadaan kapal selam Diesel-Listrik (SSK) Tipe 214 kepada TNI Angkatan Laut.

Kapal selam Diesel-Listrik (SSK) Tipe 214 merupakan salah satu kapal selam tercanggih buatan TKMS Jerman yang juga bertipe hybrid.

SSK Tipe 214 merupakan kapal selam dengan kompartemen berlambung tunggal yang menggabungkan prinsip desain dari tipe sebelumnya yakni tipe 209 dan tipe 212A.
Penggabungan prinsip desain tersebut, menjadikan SSK Tipe 214 memberi solusi penghematan biaya operasional yang sangat mumpuni dan menjadi opsi terbaik untuk digunakan bagi Angkatan Laut global.

Dengan panjang 72 meter dan diameter pressure hull 6,3 meter, kapal selam tipe ini dapat menampung sebanyak 27 kru dan memiliki 8 tabung senjata. SSK Tipe 214 juga mampu menyelam di kedalaman laut hingga 400 meter (1.300 kaki) dan bisa menampung makanan, air bersih dan bahan bakar selama 84 hari beroperasi.

Muatan yang besar tersebut memungkinkan cakupan jelajah dari kapal selam tersebut menjadi lebih luas dan fleksibel untuk dioperasikan mulai dari perairan pesisir hingga patroli di laut lepas.

Kapal selam tipe 214 yang dilengkapi teknologi Fuel Cell Air-Independent Propulsion System terbaru ini, juga telah terbukti meningkatkan ketahanan saat berada di kedalaman laut dan mengurangi resiko terdeteksi dengan dukungan upgrade dari kapabilitas sonar.

SSK Tipe 214 juga mampu membawa senjata besar diantaranya torpedo, rudal dan ranjau dengan kemampuan melesat dengan kecepatan maksimal tanpa menimbulkan suara kebisingan dari peralihan transmisi gigi.
(CNBC)

Indonesia Memilih 4 kandidat sebagai kelanjutan dari Fregat PKR 10514 kelas Martadinata

Ilustrasi Latihan TNI (Rifkianto Nugroho/detikcom)

Kemenhan Butuh 35 Batalion Komponen Cadangan, Khusus Usia 18-35 Tahun