in

Militer AS Curiga China akan Serbu Taiwan di 2027

Rudal-rudal DF-26 China yang dijuluki sebagai rudal pembunuh kapal induk. Foto/REUTERS
Rudal-rudal DF-26 China yang dijuluki sebagai rudal pembunuh kapal induk. Foto/REUTERS

Komandan Tinggi Militer Amerika Serikat Laksamana Philip Davidson khawatir China dapat menginvasi Taiwan dalam enam tahun ke depan pada 2027.

Hal tersebut lantaran Beijing mempercepat langkahnya untuk mengganti kekuatan militer Amerika di Asia.

“Saya khawatir mereka (China) mempercepat ambisi mereka untuk menggantikan Amerika Serikat dan peran kepemimpinan kami dalam tatanan internasional berbasis aturan pada tahun 2050,” kata Davidson, Selasa (9/3) mengutip AFP.


“Taiwan jelas merupakan salah satu ambisi mereka sebelum itu. Dan saya pikir ancaman itu nyata selama dekade ini, pada kenyataannya, dalam enam tahun ke depan,” katanya kepada komite Senat AS.

Taiwan yang memiliki pemerintahan sendiri hidup di bawah ancaman invasi China. Para pemimpin China memandang pulau itu sebagai bagian dari wilayahnya dan berjanji untuk merebut kembali suatu hari nanti, bahkan dengan kekerasan jika perlu.

Taiwan memisahkan diri dari Tiongkok saat perang saudara berakhir, tahun 1949 dan berada di bawah ancaman invasi yang terus-menerus oleh China.

Washington mengalihkan pengakuan diplomatik dari Taiwan ke China pada 1979, namun tetap menjadi sekutu tak resmi dan pendukung militer paling penting di pulau itu.

Mantan Presiden AS, Donald Trump membangun hubungan yang lebih hangat dengan Taiwan, saat Negeri Paman Sam berselisih dengan China mengenai masalah-masalah perdagangan dan keamanan nasional.

Hubungan itu diteruskan pemerintahan Biden dengan menawarkan hubungan yang kokoh dan terus mendukung Taiwan.

Pada Januari lalu, duta besar de facto Taiwan untuk AS secara resmi diundang ke pelantikan Biden, sebuah langkah yang belum pernah terjadi sejak 1979.

Sementara China terus membuat klaim teritorial yang luas di Laut China Selatan bahkan mengancam pulau Guam, Amerika, dan menandai perwira tinggi Asia-Pasifik Phill Davidson.

“Guam adalah target hari ini,” kata Davidson.

Militer China baru-baru ini merilis video simulasi serangan di sebuah pangkalan pulau yang sangat mirip dengan fasilitas AS di Diego Garcia dan Guam.

Karena itu, Davidson meminta anggota parlemen untuk menyetujui pemasangan baterai anti-rudal Aegis Ashore di Guam, sehingga mampu mencegat rudal China yang dinilai paling kuat dalam penerbangan.

“(Guam) perlu dipertahankan dan perlu dipersiapkan untuk ancaman yang akan datang di masa depan,” ujar Davidson.

Selain sistem pertahanan rudal Aegis lainnya yang ditujukan untuk Australia dan Jepang, Davidson meminta anggota parlemen untuk menganggarkan anggaran persenjataan ofensif.

“Untuk memberitahu China bahwa biaya dari apa yang mereka upayakan terlalu tinggi.”

Loading...

Terbang di Atas Laut Jepang Dua Pesawat pembom Rusia Bawa rudal strategis Tu-95MS

Boeing LGM-30 Minuteman III ICBM

AS Bikin Rudal Nuklir Baru Senilai Rp1.440 Triliun