in

Untuk Melawan Rusia dan China, Biden Perintahkan Pentagon Tarik Pasukan dan Copot Rudal Patriot dari Teluk Persia

Presiden AS Joe Biden memerintahkan Pentagon tarik pasukan dan rudal Patriot dari Teluk Persia untuk ditempatkan di tempat lain menghadapi Rusia dan China. Foto/Sputnik
Presiden AS Joe Biden memerintahkan Pentagon tarik pasukan dan rudal Patriot dari Teluk Persia untuk ditempatkan di tempat lain menghadapi Rusia dan China. Foto/Sputnik

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden telah memerintahkan Pentagon untuk mulai mencopot sistem anti-rudal Patriot , perangkat keras dan pasukan militer lainnya dari wilayah Teluk Persia dan dapat menempatkannya di tempat lain untuk melawan Rusia dan China . Begitu laporan Wall Street Journal (WSJ) mengutip pejabat AS.

“Pentagon telah memindahkan tiga sistem Patriot keluar dari wilayah tersebut, termasuk satu yang terletak di Pangkalan Udara Pangeran Sultan Arab Saudi. Pentagon juga telah memindahkan kapal induk, sistem pengawasan dan kemampuan militer lainnya keluar dari Timur Tengah,” bunyi laporan itu seperti dikutip dari Sputnik, Jumat (2/4/2021).

Menurut laporan itu, beberapa perangkat keras militer dapat digunakan kembali untuk fokus pada Rusia dan China, dua negara yang dianggap Pentagon sebagai pesaing global utamanya.

Pejabat AS sedang mempertimbangkan proposal untuk menarik peralatan militer tambahan dari wilayah tersebut, termasuk Terminal High Altitude Area Defense, atau sistem anti-rudal THAAD, drone pengintai, dan baterai antimissile.

“Bagian dari alasan untuk memindahkan peralatan tersebut adalah bahwa Pentagon ingin Arab Saudi memikul lebih banyak beban untuk mempertahankan wilayahnya sendiri,” kata laporan itu.

Untuk mencapai tujuan itu, Pentagon telah mengumpulkan “tim macan” pejabat untuk mencari cara untuk membantu kerajaan di Teluk itu untuk melindungi fasilitas dan instalasi minyaknya.

“Opsi yang sedang dibahas termasuk penjualan pencegat rudal, pembagian data intelijen yang diperluas dan pelatihan militer tambahan,” kata laporan itu

SINDOnews

Loading...
ANTARA FOTO/ZABUR KARURU(Ilustrasi) Foto dirilis Jumat (29/11/2019), memperlihatkan pesawat tempur Sukhoi TNI AU melakukan pengisian BBM di udara saat Latihan Gabungan (Latgab) TNI Dharma Yudha 2019 di Pusat Latihan Tempur Marinir di Karangtekok, Situbondo, Jawa Timur. Latihan gabungan tersebut selain memiliki misi menghentikan sebuah agresi yang mengancam kedaulatan bangsa, juga untuk meningkatkan profesionalisme prajurit TNI AD, TNI AL, dan TNI AU dalam kesiapsiagaan melaksanakan tugas operasi.

Panglima TNI: Kekuatan Udara Jadi Penentu Kemenangan Perang Modern

Di tengah Ketegangan Dengan China, Indonesia akan Latihan Perang dengan Jepang di Laut China Selatan