in

Kronologi KRI Nanggala-402 Hilang Kontak hingga Dinyatakan Tenggelam, Kejanggalan Terjadi Saat Periskop Tak Muncul

Pukul 03.46 Wita, sea rider memonitor periskop dan lampu pengenal dari KRI Nanggala-402 yang perlahan mulai menyelam dan tak terlihat. Padahal seharusnya, periskop masih tetap muncul.

Saat itu KRI Nanggala-402 semestinya meminta otorisasi penembakan, tetapi saat dipanggil, tidak ada jawaban.

Sejak pukul 03.46 Wita itu lah, KRI Nanggala sama sekali tidak memberi respons.Lihat FotoERIC IRENGFOTO ARSIP – Heli Bell 412 EP milik Skuadron Udara 400 Wing Udara 1 Puspenerbal bermanuver di atas Kapal Selam KRI Nanggala-402, saat Latihan Kerjasama Taktis KRI dan Pesawat Udara 2014 di Laut Jawa 50 Mil Utara Tuban, Jatim, Selasa (6/5/2014).

Lakukan prosedur sublook

Pukul 04.17 Wita mulai diterbangkan helikopter KRI I Gusti Ngurah Rai untuk mendeteksi visual namun tak ada hasil.

Pukul 05.15 Wita seharusnya kapal selam dijadwalkan kembali ke permukaan namun tak juga muncul.

Saat itulah ditetapkan status sublook atau pencarian terhadap KRI Nanggala-402.

“Jam 05.15 kita mengadakan prosedur Sublook yakni aksi yang dilaksakan jika Kapal selam hilang kontak dan diduga mengalami permasalahan, ini sudah sesuai prosedur,” kata KSAL.Antara FotoFoto file. Awak kapal KRI Nanggala 402. Foto diambil di di Dermaga Kapal Selam Komando Armada II, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (20/4/2019)

Dinyatakan tenggelam setelah ditemukan bukti otentik

Lebih dari 72 jam pencarian, KRI Nanggala-402 dinyatakan subsunk atau tenggelam, yakni pada Sabtu (24/4/2021) pukul 17.00 Wita.

Sejumlah temuan serpihan dan barang menjadi bukti otentik bahwa kapal selam berjuluk ‘Monster Laut’ itu tenggelam.

Bukti otentik yang ditemukan yakni alas yang biasa dipakai untuk shalat, spons atau busa sebagai penahan panas agar tidak terjadi kondensasi pada ruang bertekanan, komponen pelurus tabung torpedo.

Kemudian pembungkus pipa pendingin bertuliskan keterangan berbahasa Korea, cairan dalam botol oranye yang berisi oli pelumas periskop, serta bukti cairan solar.

“Dengan adanya bukti otentik tersebut, maka pada saat ini kita isyaratkan dari submiss menjadi subsunk,” kata Yudo Sabtu sore, seperti dikutip dari Kompas TV.

Diduga terjadi retakan besar yang membuat sejumlah barang yang ada di dalam kapal keluar ke permukaan.

“Barang-barang ini sebenarnya ada di dalam,” ujarnya.

Tim mendeteksi keberadaan KRI Nanggala-402 di kedalaman 850 meter.

“Unsur-unsur kita yang melaksanakan pendeteksian dan unsur-unsur lain akan berusaha keras, karena kedalaman laut yang dideteksi adalah kedalaman 850 meter,” kata Yudo. Kompas

Loading...

KRI Nanggala 402 Terbelah 3, Mantan Awak Kapal Duga Ada Kepanikan

Pesan Komandan KRI Nanggala-402: Doakan Kami jika Muncul di Berita