in

Pesan Terakhir Serda Diyut Sebelum Naik KRI Nanggala: Ingin Jasad Dibawa ke Pangkuan Ibu

 “Kalau seandainya ada apa-apa, nanti jasadnya ingin dibawa ke pangkuan ibunda.”

Itulah pesan yang berulangkali disampaikan oleh Serda Diyut, salah satu awak KRI Nanggala 402 kepada ibunya Sartiningsih.

Serda Diyut Subandriyo merupakan putra kelima Sartiningsih. Sang ibunda menceritakan bahwa Diyut selalu mencium tangan dan sungkem untuk memohon doa restu agar tugasnya diberi kelancaran.

“Waktu ke sini terakhir itu Minggu kemarin. Ia cuma bilang sama ibu mau pamit latihan. Dia bilang kalau seandainya ada apa-apa, nanti jasadnya ingin di pangkuan ibunda. Setiap kali mau latihan, dia bilang begitu,” ungkap Sartiningsih.

Saat mengetahui bahwa kapal selam yang diawaki putranya hilang kontak dan tenggelam, Sartiningsih bermimpi didatangi sang anak dengan celana loreng TNI dan kaos putih.

Kini ia pasrah dan berdoa, berharap jenazah anaknya dan awak kapal lainnya dapat ditemukan. Helen, istri Serda Diyut juga menyampaikan ungkapan terakhir suaminya kepadanya, saat hendak ke Surabaya untuk kembali berlayar pada Minggu, 18 April lalu.

“Kemarin waktu mau layar itu cuma bilang, minta doanya, ya, Nda (Bunda). Dan itu diucapkan berkali-kali oleh Pak Diyut sebelum berangkat naik bus k Hutange Surabaya,” tutur Helen.

Menurut Helen, ungkapan tersebut tidak biasanya dikatakan oleh suaminya saat hendak tugas berlayar.

Serda Diyut meninggalkan istri dan dua anak.  Pertama perempuan berusia 11 tahun dan anak kedua, laki-laki berusia 5 tahun.

Wali Kota Madiun Maidi turut berduka atas peristiwa karamnya kapal selam KRI Nanggala-402. Dia akan menjamin pendidikan bagi kedua anak Serda Diyut. Indozone

Loading...
TNI dan KKB alias OPM kembali terlibat baku tembak di Intan Jaya, Papua, Minggu (28/2) dini hari. Satu anggota KKB tewas dalam insiden tersebut. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

TNI: Babat Habis OPM Sampai ke Akar-akarnya

Turut Berduka, Kapal Perang Turki Kirim Sinyal “Pray For Nanggala”