in

Agar Tidak Terulang Lagi, Insiden KRI Nanggala Diinvestigasi Menyeluruh

Asisten Perencanaan Kepala Staf Angkatan Laut (Astena KSAL), Laksamana Muda TNI Muhammad Ali memastikan bakal melakukan investigasi menyeluruh atas insiden tenggelamnya KRI Nanggala-402 di Perairan Bali.

Usai dinyatakan hilang kontak pada Rabu (21/4) lalu, selang hampir lima hari pencarian, kapal selam milik TNI Angkatan Laut itu kemudian dipastikan kandas di kedalaman 838 meter.

Ali menuturkan, investigasi tenggelamnya KRI Nanggala itu bisa meliputi pelbagai hal mulai dari hasil temuan di laut, kerusakan yang tampak pada kapal hingga, posisi kapal tenggelam.

“Misal jatuhnya miring atau datar itu bisa kita selidiki dan undang pakar yang paham terkait hal itu,” tutur Ali dikutip dari siaran video melalui saluran resmi TNI AL, Kamis (29/4).

Proses investigasi menyeluruh perlu ditempuh guna mengetahui penyebab pasti tenggelamnya KRI Nanggala-402. Selain juga untuk mencegah kejadian serupa dialami lagi oleh kapal selam lain milik TNI Angkatan Laut.

“Investigasi pasti dilaksanakan karena ini pembelajaran agar tidak terjadi pada awak kapal selam berikutnya, pasti kita laksanakan,” tambah Ali.

Dalam kesempatan itu, Ali juga menyinggung soal kemungkinan black out atau mati listrik pada KRI Nanggala-402. Namun dia meyakini saat kapal hilang kontak tak terjadi black out lantaran Satgas Penembakan masih melihat lampu kapal menyala.

“Masih terlihat KRI Nanggala menyelam statis kemudian lampunya masih nyala jadi kemungkinan blackout masih kecil,” kata dia.

Kendati begitu Ali juga tak ingin menampik pelbagai kemungkinan yang bisa terjadi. Sebab kata dia, sebelum investigasi lebih dalam dan analisa insiden ini rampung maka semua hal terkait Nanggala memang belum bisa dipastikan.

“Ya segala kemungkinan masih bisa terjadi, nanti kita analisa dan analisa ini memakan waktu yang cukup lama jadi mohon kesabaran,” kata dia.

 Kapal selam KRI Nanggala 402 tenggelam di bagian laut dalam dan 53 prajurit Hiu Kencana dinyatakan gugur.   TNI Angkatan Laut menduga kapal buatan Jerman itu karam akibat terseret arus bawah laut yang kuat. Hal itu disebut diperkuat oleh hasil pantauan citra satelit Jepang.

Ali sebelumnya menyebut, arus bawah laut di satu tempat dengan tempat yang lain berbeda bergantung pada kondisi cuaca dan alam di wilayah tersebut. Cnn

Loading...
Para tentara KKB (TPNPB)

Dicap Teroris, OPM Bakal Gugat ke Pengadilan Internasional

KSAL: MV Swift Rescue Belum Temukan Jenazah Awak KRI Nanggala-402