in

Ada Satu Batalion dari Negaranya Nyatakan Siap Perang dengan Indonesia, Ini Respon PNG

Foto: tangkapan layar YouTube.

Pemerintah Papua Nugini (PNG) melakukan penyelidikan terkait sebuah posting media sosial yang memperlihatkan warganya, mengenakan seragam tentara, menyatakan dukungan untuk kelompok separatis, kriminal bersenjata (KKB) di Papua Barat yang berusaha memisahkan diri dari Indonesia.

Sebelumnya, kelompok yang menamakan dirinya sebagai Batallion Sepik menyatakan siap perang melawan tentara Indonesia untuk membela kelompok separatis Papua Barat.

Menteri Luar Negeri Papua Nugini Soroi Eoe mengatakan bahwa tindakan sekelompok warganya itu adalah kriminal dan tengah diselidiki oleh pihak berwenang.

“Warga PNG tidak seharusnya melibatkan diri mereka dengan warga Indonesia dan urusan dalam negeri mereka,” kata Komandan Pasukan Keamanan PNG Mayor Jenderal Gilbert Toropo sebagaimana dilansir Post Courier.

Dia mengatakan kelompok tersebut tidak mewakili PNG sebagai negara.

“Ini adalah elemen kriminal, yang berlawanan dengan sikap nasional dengan tetangga terdekat kita Indonesia,” ujarnya.

“Kami bekerja dengan lembaga penegak hukum untuk menangkap para kriminal ini atas tuduhan membuat kekuatan ilegal di PNG untuk melawan Indonesia dan kekuatan militernya.”

Sementara itu Departemen Luar Negeri PNG mengatakan bahwa pernyataan kelompok itu adalah sebuah tindakan pengkhianatan terhadap negara.

“Ini adalah tindakan pengkhianatan, untuk alasan apa pun, tidak boleh ada tentara selain Pasukan Keamanan PNG,” kata departemen itu dalam pernyataannya.

“Lebih lanjut, tindakan subversif lintas batas negara oleh warga negara baik RI (Republik Indonesia) atau PNG terhadap kedua kedaulatan adaah sebuah tindakan agresi.

“Papua Nugini telah mengambil langkah untuk menyelidiki dugaan tindakan membentuk tentara ilegal dan akan menangkap mereka yang terlibat.” Okezone

Loading...

Bikin China Kepanasan Lihatnya, Jepang, AS, dan Prancis gelar latihan militer gabungan di Barat Daya Jepang

Masuki Hari Kedua, Perang Israel-Palestina di Gaza Kian Panas