in

Komandan Hamas Tewas, PM Israel: Kami akan Serang seperti yang Tak Pernah Dibayangkan Sebelumnya

Pasukan Israel

Jumlah kematian di Jalur Gaza terus meningkat seiring dengan konflik berkepanjangan antara Palestina dengan Israel.

Dilansir TribunWow.com dari Aljazeera, dalam serangan udara yang diluncurkan Israel tersebut, seorang komandan senior kelompok bersenjata Palestina, Hamas, meninggal dunia, Rabu (12/5/2021).

Suasana penuh kabut asap menyelimuti Gaza sementara serangan udara menyasar apartemen dan menghancurkan sejumlah instalasi keamanan milik Hamas.

Roket mewarnai langit malam setelah diluncurkan pihak Israel dari Beit Lahia di sebelah utara Jalur Gaza, Jumat (14/5/2021).
Roket mewarnai langit malam setelah diluncurkan pihak Israel dari Beit Lahia di sebelah utara Jalur Gaza, Jumat (14/5/2021). (AFP/Mohammed Abed)

Di Israel sendiri, ratusan roket ditembakkan oleh Hamas.

Lawan mereka mulai kewalahan dengan misil dan serangan udara yang mengarah ke Tel Aviv, Israel.

Menurut Menteri Kesehatan Gaza, setidaknya 16 anak ikut tewas dalam insiden tersebut.

Setidaknya 365 orang mengalami luka-luka.

Di sisi Israel, sebanyak enam orang tewas, termasuk seorang tentara.

Kematian tentara tersebut termasuk yang pertama kali dalam konflik ini.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa Komandan Brigadir Kota Gaza termasuk satu di antara 15 anggota Hamas yang tewas pada hari Rabu.

Walaupun begitu, Israel belum akan menarik mundur pasukannya.

“Ini hanya permulaannya saja. Kami akan menyerang mereka seperti yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya, kata Netanyahu.

Diketahui saat ini Israel tengah mendiskusikan kemungkinan menggunakan serangan darat berbarengan dengan serangan udara.

“Itu adalah sesuatu yang tidak pernah dilakukan Israel sejak 2014. Ada banyak sekali risiko nyawa tentara Israel dipertaruhkan,” kata warga setempat.

“Jadi keputusan itu tidak akan diambil terburu-buru, tetapi tampaknya opsi itu tengah didiskusikan,” tambahnya.

Sebelumnya serangan yang muncul setelah Hamas menyampaikan ultimatum pada Senin (10/5/2021) yang menuntut Israel menarik pasukan kemanannya dari Masjid Al-Aqsa di Kota Tua Yerusalem setelah terjadi bentrok dengan Palestina.

Pada Senin tersebut terjadi tiga kali serangan berturut-turut terhadap situs paling suci milik umat Muslim.

Serangan dilakukan dengan menambakkan peluru berlapis karet, granat kejut, dan gas air mata kepada jemaah Palestina menjelang akhir bulan suci Ramadan. Tribun Wow

Loading...

Erdogan kepada Putin: Israel Harus Diberi Pelajaran

Brigade Al Qassam, Pasukan Tempur Paling Mematikan Hamas yang Bikin Zionis Israel Kocar-kacir