in

PM Israel Klaim Operasi Militer di Gaza ‘Sukses Luar Biasa’

Pasukan Israel

Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu, memuji dan menyebut gempuran terhadap militan di Gaza selama 11 hari ‘sukses luar biasa’. Netanyahu menyebut ratusan teroris tewas dalam gempuran Israel itu.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (22/5/2021), komentar ini disampaikan Netanyahu setelah gencatan senjata disepakati oleh Israel dan Hamas yang menguasai Gaza. Gencatan senjata itu mulai berlaku pada Jumat (21/5) dini hari waktu setempat.

“Kita mencapai tujuan kita dalam operasi,” ucap Netanyahu, merujuk pada operasi militer yang utamanya menargetkan Hamas yang menguasai Gaza dan Jihad Islam yang merupakan kelompok militan terbesar kedua di Gaza.

Dituturkan Netanyahu bahwa ‘publik tidak tahu semuanya’ soal apa yang diperoleh Israel dalam operasi itu. “Hamas juga tidak tahu,” imbuhnya.

Pertempuran Israel dan Hamas sejak 10 Mei lalu dilaporkan menewaskan 243 orang di Gaza, termasuk 66 anak — menurut Kementerian Kesehatan Gaza.

Otoritas Israel menyebut 12 orang, termasuk seorang bocah dan seorang tentara, tewas akibat rentetan serangan roket dari militan-militan di Gaza.

Disebutkan Netanyahu bahwa gempuran Israel telah menewaskan ‘lebih dari 200 teroris’ di Gaza, termasuk 25 komandan senior.

Menteri Pertahanan Israel, Benny Gantz, secara terpisah menambahkan bahwa operasi Israel itu mengikuti rencana yang ‘telah dipersiapkan selama bertahun-tahun dan berbulan-bulan’.

“Aksi militer telah usai. Sekarang saatnya aksi politik,” cetusnya.

Gencatan senjata antara Israel dan Hamas serta Jihad Islam disepakati dengan dimediasi Mesir. Otoritas Mesir menyatakan akan memantau penerapan gencatan senjata tersebut secara saksama, termasuk dengan mengerahkan delegasi ke Gaza.

Gantz dalam pernyataannya memperingatkan bahwa Hamas akan membayar ‘harga yang mahal’ jika melanggar gencatan senjata itu.

Sumber: detik

Loading...

Gencatan Senjata dengan Israel, Hamas Nyatakan Menang Perang

Nasib 2 Penghina Palestina di RI: Dikeluarkan Sekolah, Ditahan Polisi