in

Perkenalkan: Drone Gaza, Senjata Militer Baru Iran

Pemerintah Iran memamerkan senjata militer baru mereka berupa peluru kendali udara baru dan sebuah pesawat tak berawak atau drone yang dinamai “Gaza”, Jumat (21/5). Penamaan drone ini diyakini mengacu pada perang Hamas Palestina melawan Israel yang menghasilkan gencatan senjata. 

Dilansir dari Jerusalem Post, Iran merayakan gencatan senjata dan meyakini Hamas menang. Selama ketegangan antara Israel dan Palestina, Iran diketahui menerbangkan drone ke wilayah udara Israel di dekat Beit She’an 

Drone “Gaza” baru Iran ini diyakini merupakan tiruan dari senjata militer serupa, yakni Predator atau Reaper milik AS. Hal ini karena Drone Gaza dibangun di atas Shahed 129, yang diperkenalkan pada tahun 2012 yang juga merupakan salinan dari Predator. Diketahui Shahed dapat terbang selama 24 jam.

Sementara Drone Gaza diklaim bisa terbang hingga ketinggian baru dengan waktu terbang 35 jam dan jarak tempuh 2.000 kilometer. Pesawat ini juga dapat membawa bom dan ratusan kilogram muatan seperti peralatan optik. Dengan pembuatan senjata ini, Iran seakan ingin menunjukkan bahwa mereka dapat mengancam Israel.

Kecanggihan senjata ini berarti, drone bisa terbang dari Iran ke Israel dan kembali, atau mendarat di Irak dan Suriah. Sehingga, hal ini adalah ancaman langsung bagi Israel.

Adapun peluru kendali udara baru, dibangun dengan dasar pada senjata sebelumnya, Khordad ke-3 yang digunakan Iran untuk menjatuhkan Global Hawk AS pada 2019. Alat militer ini diketahui dibangun seperti S-300 yang dibuat oleh Rusia, untuk target yang berada di ketinggian yang lebih rendah. 

Kepala Korps Pengawal Revolusi Islam Iran Hossein Salami memuji sistem senjata baru tersebut.  Dia mengatakan, radar baru telah dibuat dan akan membantu Iran untuk mencari ancaman. Senjata-senjata ini melengkapi peta pertahanan udara Iran yang komprehensif. 

Sumber Republika

Loading...

800 Orang Tewas di Myanmar, Perang Sipil-Militer Kian Sengit

Laporan CIA: Israel akan Tumbang dalam 20 Tahun