in

Rudal Israel Mendarat di Tempat Tidur Warga Gaza Tak Meledak, Ini Penampakannya

Sebuah rudal mendarat tak meledak di sebuah tempat tidur sebuah rumah di Gaza, Palestina. Rudal tersebut membuat para ahli peledak Hamas memindahkannya ke tempat yang aman.  

Peristiwa ini terjadi di sebuah rumah, kawasan Khan Yunis, Gaza. Akibat jatuhnya rudal tersebut, rumah hancur berantakan. 

Dari foto-foto dan video yang beredar luas, rudal tersebut berukuran panjang sekitar 2 meter dan diameter sekitar 50 sentimeter. Rudal tersebut berwarna putih. 

Para ahli peledak Hamas berupaya mengeluarkan rudal tersebut mengganakan alat berat. Proses pengeluaran rudal ini pun menarik perhatian warga sekitar. 

Dikurtip dari thesun.co.uk, peristiwa ini terjadi ketika Israel dan Palestina terlibat dalam konflik terburuk selama bertahun-tahun, sebelum adanya kesepakatan gencatan senjata. Jalur Gaza digempur dengan serangan udara sementara militan Hamas menembakkan roket ke negara Yahudi itu.

Video Suasana Isra Mikraj di Palestina, Satu Tewas Ditembak Israel

Siaran radio yang dikelola Hamas mengatakan seorang perempuan tewas dan empat anak terluka dalam satu serangan di Kota Khan Yunis. Saksi mata juga mengatakan beberapa jalan utama juga rusak akibat serangan udara.

Sejak pertempuran meletus pada 10 Mei, pejabat kesehatan di Gaza mengatakan 230 warga Palestina, termasuk 65 anak-anak dan 39 perempuan telah tewas. Sementara itu, lebih dari 1.700 lainnya luka-luka dalam pemboman udara.

Sementara pihak berwenang Israel mengatakan, korban tewas hingga saat ini 12 orang. Sebanyak  336 orang dirawat karena cedera dalam serangan roket yang menyebabkan kepanikan dan membuat orang bergegas ke tempat penampungan.

Badan kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan, hampir 450 bangunan di Gaza telah hancur atau rusak parah. Di dalamnya termasuk enam rumah sakit dan sembilan pusat kesehatan perawatan primer.

Lebih dari 52.000 orang telah meninggalkan rumah mereka di Gaza, yang diblokade oleh Israel dan Mesir. 

Sumber inewS

Loading...

Teroris Ali Kalora Menyatakan akan Menyerah tapi Dihalangi Qatar, Kelompok MIT Poso Terpecah Belah

Kkb

Mahfud MD: Teroris di Papua dan Poso Terdesak Dikejar Operasi Pemerintah