in

Warga Israel Berpesta, Rayakan Lengsernya Pemerintahan Netanyahu

Foto: Israel (AP/Sebastian Scheiner)
Foto: Israel (AP/Sebastian Scheiner)

Ribuan warga Israel turun ke jalan-jalan di Tel Aviv pada Minggu (13/6/2021) merayakan pembentukan pemerintahan baru Israel dan berakhirnya 12 tahun pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Massa memadati Alun-Alun Rabin di Tel Aviv, berpesta dengan menembakkan confetti dan busa, sementara beberapa orang berkumpul di air mancur di alun-alun Dizengoff untuk menceburkan diri sebagai bentuk perayaan.

Seorang pria memimpin nyanyian dari podium Rabin Square menyerukan Bibi, panggilan Netanyahu, untuk pulang. Alun-Alun Rabin telah menjadi tempat para demonstran anti-Netanyahu menggelar protes menyerukan agar dia mundur selama lebih dari setahun terakhir.

Para peserta menari, berpelukan dan bersorak. Banyak yang membawa anak-anaknya.

Chen Nevo, salah seorang yang datang ke perayaan tersebut mengatakan bahwa dia menganggap lengsernya Netanyahu sebagai momen “bersejarah”.

“Saya sedikit kaget karena kami menunggu begitu lama untuk momen ini,” kata pria berusia 49 tahun itu sebagaimana dilansir Times of Israel.

“Saya tidak tahu apakah pemerintah akan bertahan, tetapi ini adalah perubahan, dan kami membutuhkan perubahan,” katanya.

Balai Kota Tel Aviv di dekat alun-alun menyala dengan warna bendera Israel.

Ada pemandangan yang kontras di Yerusalem.

Di luar Kediaman resmi Perdana Menteri, di mana Netanyahu mungkin menghabiskan malam terakhirnya setelah 12 tahun berkuasa, uluhan pendukung Netanyahu mengibarkan bendera dan menyanyikan “kami mencintaimu.”

Yang lain meneriakkan “Aib bagi pemerintah Hamas dan Abbas,” mengacu pada pemimpin Partai Ra’am Mansour Abbas, yang bergabung dengan koalisi perubahan untuk menggulingkan Netanyahu.

Sebelumnya, ratusan Zionis religius dan Yahudi ultra-Ortodoks berkumpul di Tembok Barat di Yerusalem untuk meniup terompet dan memanjatkan doa menentang pemerintah yang akan datang.

Sebagaimana diberitakan, Israel pada Minggu meresmikan pemerintahan baru yang dibentuk oleh koalisi partai-partai oposisi dan menempatkan Naftali Bennett sebagai perdana menteri baru.

Berdasarkan perjanjian pembagian kekuasaan di antara delapan partai politik, Bennett akan menjadi perdana menteri selama dua tahun. Perjanjian itu semula hampir tidak mungkin tercapai karena hanya ada sedikit kesamaan di antara delapan partai tersebut, kecuali dalam hal mengakhiri masa jabatan Netanyahu yang penuh gejolak.

Ini menjadi pertama kalinya sejak 1977, partai ultra orthodoks Israel tidak menjadi bagian dari pemerintahan Negara Zionis itu. Selama ini Partai ultra orthodoks menjadi pondasi kuat bagi pemerintahan Netanyahu.

Sumber Okezone

Loading...

Satgas Nemangkawi Ciduk Penjual Senpi- Amunisi ke KKB, Transaksinya Capai Miliaran

Tinggal Tunggu Perintah, Pasukan Kopassus Siap Diterjunkan Berantas KKB Papua