in

Amerika Serikat Mengosongkan Pangkalan Militer Terbesar di Afganistan

Harapan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkabul. Korea Selatan (Korsel) bersedia menambah kontribusi finansial untuk membiayai penempatan pasukan Negeri Paman Sam di negaranya (Reuters)

Pasukan Amerika pada Jumat mengosongkan salah satu pangkalan militer terbesar di Afganistan, kata seorang pejabat senior pertahanan AS sebagai bagian dari perjanjian damai dengan Taliban.

“Semua tentara Amerika dan anggota pasukan NATO telah meninggalkan pangkalan udara Bagram,” kata seorang pejabat keamanan senior yang tidak mau disebutkan namanya, 2 Juli 2021.

Penutupan pangkalan udara Bagram, 64 km utara Kabul, mengakhiri kehadiran militer AS di lapangan terbang paling signifikan di Afganistan, yang sering digunakan untuk melancarkan serangan udara terhadap Taliban dan kelompok militan garis keras lainnya dalam perang Afganistan selama 20 tahun.

Setelah landasan pacu bobrok yang nyaris tidak memiliki listrik di gedung-gedung sekitarnya, lapangan terbang itu berubah menjadi kota kecil lengkap dengan toko-toko, gym, dan ruang kelas untuk ribuan anggota layanan dan kontraktor yang bekerja di pangkalan dan fasilitasnya.

Presiden AS Donald Trump memberikan sambutan di hadapan tentara AS saat perayaan Thanksgiving di Bagram Air Base, Afganistan, 28 November 2019. Kunjungan Trump ini merupakan yang pertama kalinya sebagai presiden ke negara konflik tersebut. REUTERS/Tom Brenner

Landasan pacu sepanjang tiga kilometer, yang menghitam karena bekas ban hitam gelap dari lepas landas dan pendaratan yang tak terhitung jumlahnya, adalah titik loncatan untuk operasi militer di seluruh Afganistan, dengan ruang untuk pesawat kargo, jet tempur, dan helikopter serbu. Presiden George W. Bush, Barack Obama dan Donald Trump semuanya mengunjungi Bagram selama masa jabatan mereka, menjanjikan kemenangan dan masa depan yang lebih baik bagi Afganistan.

Tetapi penarikan pasukan dari Bagram, tanpa kemegahan dan upacara, adalah kemenangan simbolis bagi Taliban, yang telah melancarkan pertempuran lintas negara tanpa henti melawan militer Afganistan, mendorong kembali pasukan pemerintah dan menguasai sejumlah distrik yang terus bertambah.

Dilaporkan CNN, pada hari Kamis Menteri Pertahanan Lloyd Austin berbicara dengan Menteri Pertahanan Afganistan Bismillah Khan Mohammadi, mengatakan Amerika Serikat menginvestasikan keamanan dan stabilitas Afganistan ketika penarikan hampir selesai.

Bagram adalah titik masuk bagi puluhan ribu tentara yang datang ke Afhanistan sebagai bagian dari misi War on Terror, dan itu adalah titik keluar bagi banyak dari hampir 2.000 tentara AS yang tewas dalam pertempuran selama 20 tahun.

Pangkalan udara Bagram akan diserahkan kepada kementerian pertahanan Afganistan.

Sumber tempo

Loading...

Rudal-rudal DF-26 China yang dijuluki sebagai rudal pembunuh kapal induk. Foto/REUTERS

Kemampuan militer China semakin maju pesat, AS pun Cemas

Panas Dingin di Laut Hitam, AS-Ukraina Join Militer Lawan Rusia