in

Praka Izroi Gajah, Paspampres yang Dibentak-Didorong Tetap Sabar, Tugasnya Kawal Wapres

Sosok Praka Izroi, Anggota Paspampres yang dicegat di Posko PPKM menjadi viral di media sosial.

Sopan santun tetap dan patuhnya saat diamankan oleh petugas PPKM membuat netizen kagum.

Praka Izroi bahkan tak melawan sama sekali dan mengakui kalu dirinya bersalah.

“Saya salah bang, izin bang saya salah bang,” ucap Praka Izroi berkali-kali kepada anggota polisi berpakaian preman tersebut sembari menundukkan kepala sebagai bentuk permintaan maaf atas kesalahannya.

Lantas siapa Praka Izroi? berikut ulasannya.

Dari Informasi yang dihimpun Tribun-Medan.com, Praka Izroi Gajah berasal dari daerah Manduamas, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

Praka Izroi Gajah ini bertugas mendampingi dan jadi pengaman untuk melindungi Wakil Presiden Ma’ruf Amin.

Usai menjadi viral, 50 anggota Paspampres kemudian bergerak cari Polisi arogan yang dinilai melecehkan Praka Izroi.

Praka Izroi sosok yang rama dan membaur dengan para anggota Paspampres.

Diketahui, Pasukan Pengamanan Presiden atau Paspampres adalah satuan pelaksana di lingkungan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Personil Paspampres berasal dari prajurit pilihan seperti: (Kopassus, (Raider), Kostrad, Marinir, Yontaifib, Denjaka, Kopaska dan Kopaskhas, Den Bravo 90),

yang setiap prajurit atau anggotanya dipilih dari yang terbaik dari segi fisik, mental, inteligensi, postur, dll untuk bertugas menjaga keamanan Presiden Republik Indonesia beserta keluarga.

Paspampres lahir spontan bersama dengan Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia sama halnya dengan kelahiran TNI dan Polri. Ketika kemerdekaan Republik Indonesia diproklamasikan, terlihat adanya para pemuda pejuang yang berperan mengamankan Presiden.

Para pemuda yang berasal dari kesatuan Tokomu Kosakutai berperan sebagai pengawal pribadi, dan para pemuda eks PETA (Pembela Tanah Air) berperan sebagai pengawal Istana.

Sebelumnya, Sejumlah prajurit TNI yang terlibat dalam PPKM Darurat turut menghampiri Praka Izroi yang sedang diperiksa petugas kepolisian tersebut.

Praka Izroi dipriksa saat ia ingin berangak apel pagi.

Kemudian ia dicegat di Pos Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat di Indonesia (PPKM)

Namun, walau Praka Izroi berusaha tetap dingin dan sopan menghadapi petugas.
Salah satu terlihat petugas terus ngotot dan mendorong tubuh Praka Izroi ke mobil water cannon tersebut sembari membentaknya.

“Kalau kamu Paspampres memangnya kenapa?,” kata anggota polisi yang rambutnya dikucir itu.

“KTA kamu mana?” tanya petugas lagi.
Tampak Praka Izroi menjelaskan kalau KTA nya sedang proses pembuatan.

Walau tak bisa menunjukkan Kartu Tanda Anggota (KTA) prajurit TNI, tapi Praka Izroi memiliki sejumlah bukti identitas bahwa dia benar-benar anggota Paspampres.

Praka Izroi tampak membuka ranselnya dan menunjukkan dompetnya.

Dengan sigap, seorang oknum polisi tersebut mengambil dompetnya dan melihat KTP nya.
Kericuhan pun mereda, polisi yang tadi mengamankannya pergi satu persatu, begitu juga dengan prajurit TNI.

Setelah situasi terkendali, sebuah peristiwa yang tak terduga terjadi.

Anggota Paspampres Praka Izroi Gajah
Anggota Paspampres Praka Izroi Gajah (capture/instagram)

Jadi saat Praka Izroi hendak mengambil sepeda motornya, tiba-tiba saja dia mengambil sikap tegap dan memberikan hormat kepada seorang perwira pertama TNI yang mendadak muncul di lokasi kericuhan.

Sosok perwira pertama berpangkat Kapten itu langsung memarahi Praka Izroi.

“Kamu mau sok jagoan. Ini kami dua puluh empat jam. Kamu tinggal ngomong baik-baik. Ingat ya, kamu baik-baik kalau ngomong. Pasti dilepas kamu. Jelas? jangan diulangi lagi,” kata Kapten TNI itu?

“Siap ndan, siap ndan,” kata Praka Izroi.

Lalu, setelah memberi hormat, Praka Izroi akhirnya berpamitan dan memberi salam.

Setelah itu, Praka Izroi pun dengan buru-buru mencari sepeda motornya.

Lalu seorang prajurit TNI menunjukkan posisi sepeda motornya yang terparkir di belakang mobil water cannon.

Praka Izroi pun memakai helm dan maskernya, lalu menaiki sepeda motornya dan bergerak menuju kesatuannya.

Lalu siapakah sosok komandan TNI berpangkat Kapten itu?

dia adalah Komandan Komando Rayon Militer (Koramil) 06/Kalideres, Kodim 0503/Jakarta Barat, Kapten Infanteri Abdul Kholik.

Kapten Inf Abdul Kholik merupakan perwira yang ditugaskan untuk memimpin prajurit TNI dalam melaksanakan penyekatan di Posko PPKM Darurat Daan Mogot.

Sejak hari pertama kebijakan itu diberlakukan, Kapten Inf Abdul Kholik selalu siaga di lokasi ini.

Sumber tribunpalembang

Loading...

Nasib 4 Polisi yang Dorong Paspampres di Pos Penyekatan seusai Kapolres Turun Tangan

Praka Izroi, Paspampres yang Cekcok dengan Polisi Dapat Dukungan DPR dan Netizen