in

Militer AS Pereteli Pesawat dan Senjata Canggih Sebelum Tinggalkan Afghanistan

Foto dari Kementerian Pertahanan Amerika Serikat memperlihatkan satu unit CH-47 Chinook dari 82nd Combat Aviation Brigade, 82nd Airborne Division, dimasukkan ke pesawat Angkatan Udara C-17 Globemaster III di Bandara Internasional Hamid Karzai, Kabul, Afghanistan, Sabtu (28/8/2021).(KEMENTERIAN PERTAHANAN AS via AP)

Sejumlah pesawat, kendaraan lapis baja, dan sistem pertahanan roket berteknologi tinggi dipereteli militer Amerika Serikat sebelum penarikan pasukan AS dari Afghanistan selesai.

Tindakan itu dikonfirmasi oleh Kepala Komando Pusat Jenderal Kenneth McKenzie, dikutip dari AFP, Senin (30/8/2021).

McKenzie mengatakan, 73 pesawat di Bandara Internasional Hamid Karzai sudah “dimiliterisasi,” atau dianggap tidak berguna, oleh pasukan AS sebelum mereka menyelesaikan evakuasi dua minggu dari Afghanistan yang kini dikuasai Taliban lagi.

“Pesawat-pesawat itu tidak akan pernah terbang lagi… Mereka tidak akan pernah bisa dioperasikan oleh siapa pun,” katanya.

“Sebagian besar dari mereka untuk non-misi. Tapi tentu saja, mereka tidak akan pernah bisa diterbangkan lagi.”

Dia juga mengatakan, Pentagon yang membangun kekuatan hampir 6.000 tentara untuk menduduki dan mengoperasikan bandara Kabul ketika pengangkutan udara dimulai pada 14 Agustus, memereteli sekitar 70 kendaraan taktis lapis baja MRAP dan 27 Humvee.

Masing-masing unit MRAP bisa berharga hingga 1 juta dollar AS (Rp 14,36 miliar).

“(Kendaraan itu) tidak akan pernah digunakan lagi oleh siapa pun,” katanya.

sumber kompas

Loading...

Ilustrasi. Komandan Pusat Komando Militer AS mengumumkan pesawat terakhir militer AS resmi meninggalkan Afghanistan, pada Senin (30/8), mengakhiri perang terpanjang AS. (Air Force/Handout via REUTERS)

Pesawat Terakhir Militer AS Resmi Tinggalkan Afghanistan

Sistem rudal anti-tank portabel Javelin Amerika Serikat (AS). Taliban diklaim memperoleh lebih dari 100 sistem rudal Javelin yang ditinggalkan AS di Afghanistan. Foto/Army Technology

Rusia: Peroleh 100 Sistem Rudal Javelin AS, Taliban Lebih Baik dari AD Ukraina