in

Aksi Heroik TNI saat Bocah AP Disiksa Orangtuanya sebagai Tumbal Pesugihan

Aksi TNI saat menyelamatkan bocah AP yang dijadikan korban pesugihan (Foto: Bugma)
Aksi TNI saat menyelamatkan bocah AP yang dijadikan korban pesugihan (Foto: Bugma)

 Di balik video viral aksi kekerasan terhadap AP, bocah 6 tahun yang diduga dianiaya karena dijadikan tumbal pesugihan oleh orangtuanya di Gowa, Sulawesi Selatan, ada aksi heroik seorang aparat TNI.

Anggota TNI berusaha menyelamatkan bocah AP yang nyaris meregang nyawa akibat diduga ikut dijadikan tumbal. Meski sempat mendapat ancaman dan perlawanan dari ayah bocah, petugas akhirnya berhasil membawa kabur korban dan melarikannya ke rumah sakit.

Dalam video amatir warga yang sebelumnya viral ini terlihat sejumlah penolakan dan perlawanan saat aksi kejam kedua orang tua AP, paman serta kakeknya dilakukan kepada korban di rumahnya di Kelurahan Gantarang, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Seorang aparat TNI yang bertugas sebagai Babinsa di Kelurahan Gantarang ini berusaha merebut dan membawa kabur korban dari tangan kedua orangtuanya yang menganiaya dengan cara mencungkil mata anak kandungnya.

Meski terus mendapat penolakan dan nyaris dihakimi oleh empat pelaku yang hadir, aparat TNI ini akhirnya berhasil melarikan korban AP meski sudah mengalami pendarahan di mata kanannya.

Menurut Serda Murdani, Babinsa setempat, aksi heroik tersebut dilakukan karena kesal dengan kedua orangtua korban yang terus menyiksa korban dengan dalih yang tidak masuk logika yakni ingin mengambil sesuatu di dalam bola mata korban karena alasan membahayakan sang anak.

Sementara itu Dandim 1409 Gowa Letkol Catur Prasetyo Ariwibowo memberikan dukungan penuh untuk anggotanya yang berani bertindak cepat saat melakukan penyelamatan

Sebelumnya, bocah AP nyaris buta di tangan ayah dan ibu kandungnya yang berusaha mengeluarkan mata bocah enam tahun ini karena diduga akan dijadikan sebagai tumbal. Polisi pun terus mengusut dugaan pesugihan di lingkungan korban untuk menghindari jatuhnya korban lain.

sumber: okezone

Loading...

Maichel Kompas.com

Jelang Magrib, Rombongan TNI Diserang Kelompok Komite Nasional Papua Barat

Kim Jong Un dalam parade militer perayaan 73 tahun berdirinya Korea Utara.

Kira kira ada Apa? Untuk Pertama Kalinya, Korea Utara Gelar Parade Militer Tanpa Pegang Senjata Tapi pakai APD dan Masker