in

TNI AL Minta Nelayan Natuna Tak Takut Wara-wiri Kapal China

ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYATKapal Coast Guard China-5202 dan Coast Guard China-5403 membayangi KRI Usman Harun-359 saat melaksanakan patroli mendekati kapal nelayan pukat China yang melakukan penangkapan ikan di ZEE Indonesia Utara Pulau Natuna, Sabtu (11/1/2020). Dalam patroli tersebut KRI Usman Harun-359 bersama KRI Jhon Lie-358 dan KRI Karel Satsuitubun-356 melakukan patroli dan bertemu enam kapal Coast Guard China, satu kapal pengawas perikanan China, dan 49 kapal nelayan pukat asing.
ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYATKapal Coast Guard China-5202 dan Coast Guard China-5403 membayangi KRI Usman Harun-359 saat melaksanakan patroli mendekati kapal nelayan pukat China yang melakukan penangkapan ikan di ZEE Indonesia Utara Pulau Natuna, Sabtu (11/1/2020). Dalam patroli tersebut KRI Usman Harun-359 bersama KRI Jhon Lie-358 dan KRI Karel Satsuitubun-356 melakukan patroli dan bertemu enam kapal Coast Guard China, satu kapal pengawas perikanan China, dan 49 kapal nelayan pukat asing.

Komando Armada (Koarmada) I TNI AL meminta nelayan di sekitar perairan Natuna tak perlu khawatir atau takut dengan keberadaan kapal perang asing yang berada di perairan Natuna.

Kepala Dinas Penerangan Koarmada I, Letnan Kolonel Laode Muhammad mengatakan perairan Natuna merupakan daerah sengketa, sehingga tak heran jika banyak kapal perang asing di lokasi itu.

“LCS memang karena daerah klaim. Khususnya Cina akibatnya intensitas kapal-kapal asing juga meningkat,” kata Laode kepada CNNIndonesia.com, Kamis (16/9).

Kendati demikian, kata Laode, TNI AL rutin melakukan patroli di perairan Natuna, untuk memberikan keamanan bagi para nelayan.

“Untuk memastikan, unsur TNI AL ada di laut untuk memberi rasa aman bagi nelayan,” ujarnya.

Kamis (16/9), Panglima Koarmada I Laksamana Muda Arsyad Abdullah juga melakukan kunjungan di perairan Natuna. Tujuannya, untuk memastikan kehadiran unsur TNI AL di daerah operasi

Merujuk pada UU Nomor 34 Tahub 2004, kata Arsyad, salah satu tugas TNI AL adalah menegakkan hukum dan menjaga keamanan di wilayah laut yurisdiksi nasional sesuai dengan ketentuan hukum nasional dan hukum internasional yang telah diratifikasi.

“Mengacu pada undang-undang tersebut, TNI AL dalam hal ini Koarmada I melaksanakan tugas mengamankan perairan Laut Natuna Utara, dalam mengamankan laut Natuna utara dituntut kehadiran KRI selalu ada 1 X 24 jam di wilayah tersebut,” ucap Arsyad dalam keterangan tertulis.

Disampaikan Arsyad, dalam pengamanan di perairan Natuna, TNI AL mengerahkan lima KRI yang beroperasi secara bergantian untukmemantau kapal-kapal yang kemungkinan memasuki perairan Indonesia.

“Bahwa sikap TNI AL di Laut Natuna Utara sangat tegas melindungi kepentingan nasional di wilayah yurisdiksi Indonesia sesuai ketentuan hukum nasional dan hukum internasional yang telah diratifikasi sehingga tidak ada toleransi terhadap berbagai bentuk pelanggaran di Laut Natuna Utara,” tuturnya.

sumber: cnn

Loading...

TNI AL Siagakan Kapal Perang Antisipasi Kapal China Wara-wiri di Natuna

Ilustrasi. Pratu Ida Bagus Putu gugur dalam pertempuran melawan KKB di Kiwirok, Papua. Prajurit TNI itu berjuang menghalau serangan KKB terhadap para tenaga kesehatan. (Foto: Indrayadi TH/Indrayadi TH)

Pratu Ida Bagus Putu Gugur usai Pertempuran Sengit TNI Vs KKB