in

Ini Berbagai Kontroversi KSAD Baru, Dudung Abdurachman, di Masa Lalu

Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman (tengah) memastikan dirinya yang memerintahkan pencopotan baliho Habib Rizieq usai apel di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Jumat (20/11/2020) pagi. Sewaktu remaja, Dudung pernah menjadi loper koran dan tak khawatir jika ketegasannya soal baliho Habib Rizieq membuatnya harus kehilangan jabatan sebagai Pangdam.
Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman (tengah) memastikan dirinya yang memerintahkan pencopotan baliho Habib Rizieq usai apel di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Jumat (20/11/2020) pagi. Sewaktu remaja, Dudung pernah menjadi loper koran dan tak khawatir jika ketegasannya soal baliho Habib Rizieq membuatnya harus kehilangan jabatan sebagai Pangdam.

presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menunjuk Pangkostrad Letjen TNI Dudung Abdurachman menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD). Siang ini, Rabu (17/11) dia akan dilantik langsung di Istana Negara, Jakarta.

Dudung akan menggantikan posisi Jenderal TNI Andika Perkasa yang dipromosikan menjadi Panglima TNI. Promosi kepada Dudung terbilang cepat, pasalnya dia baru menjabat sebagai Pangkostrad pada Mei 2021 lalu.

Pria kelahiran Bandung, 19 November 1965 itu memulai karir militer sejak lulus Akademi Militer (Akmil) pada 1988. Dia tercatat pernah menjabat sebagai Dandim 0406/Musi Rawas. Dandim 0418/Palembang, Aspers Kasdam VII/Wirabuana (2010–2011).

Danrindam II/Sriwijaya (2011). Dandenma Mabes TNI, Wagub Akmil (2015—2016), Staf Khusus Kasad (2016—2017), Waaster Kasad (2017—2018), Gubernur Akmil (2018—2020), Pangdam Jaya Jayakarta pada Juli 2020, dan dipromosikan menjadi Pangkostrad pada Mei 2021.

Nama Dudung mulai menjadi perhatian publik saat dia menduduki jabatan Pangdam Jaya. Beberapa tindakannya sempat menjadi sorotan, salah satunya terkait perseteruan dengan ormas terlarang Front Pembela Islam (FPI).

Berikut 3 aksi Dudung yang menjadi sorotan publik:

  1. Perintah Turunkan Baliho FPI dan Rizieq Shihab

Pada November 2020, Dudung yang menjabat sebagai Pangdam Jaya memerintahkan anak buahnya mencopot baliho eks Imam Besar FPI Rizieq Shihab. Peristiwa ini terjadi saat Rizieq hendak pulang dari Arab Saudi.

Banyak simpatisan FPI yang memasang baliho Rizieq di Jakarta. Namun, karena tak berizin, Satpol PP melakukan penertiban. Sedangkan TNI ikut serta membantu proses tersebut.

“Beberapa kali Satpol PP menurunkan, dinaikkan lagi. Perintah saya itu. Begini. Kalau siapapun di republik ini, ini negara hukum, harus taat kepada hukum, kalau masang baliho sudah jelas ada aturannya, ada bayar pajak, dan tempat ditentukan, jangan seenaknya sendiri, seakan akan dia paling benar,” kata Dudung.

  1. Ancam Bubarkan FPI

Perseteruan Dudung dengan FPI kembali berlanjut. Kali ini dia menyatakan tidak segan mendorong pembubaran FPI jika ormas tersebut mengganggu keamanan negara. “Jangan seenaknya sendiri, seakan akan dia paling benar. Tidak ada itu. Jangan coba-coba pokoknya. Kalau perlu FPI bubarkan saja itu. Bubarkan saja,” ucap Dudung.

  1. Pernyataan Semua Agama Benar

Setelah perseteruan dengan FPI mereda, Dudung kembali disorot tak lama setelah dilantik menjadi Pangkostrad. Saat itu dia meminta kepada para prajurit TNI AD untuk menghindari fanatisme dalam beragama. Menurutnya, semua agama benar di mata Tuhan.

“Bijaklah dalam bermain media sosial sesuai dengan aturan yang berlaku bagi prajurit. Hindari fanatik yang berlebihan terhadap suatu agama. Karena semua agama itu benar di mata tuhan,” ujar Dudung.

Pernyataan itu pun mendapatkan respons beragam. Salah satunya dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). MUI beranggapan, toleransi bukan berarti menyamakan semua agama.

sumber: jawapos

Letjen Dudung KSAD, Mayjen Suharyanto Kepala BNPB

3 Jam Kontak Tembak dengan OPM, TNI Bantah Prajurit Tewas