in

3 Jam Kontak Tembak dengan OPM, TNI Bantah Prajurit Tewas

Kontak senjata antara Satgas TNI dan Polri dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Sugapa, Intan Jaya, Papua terjadi, Kamis (18/11). Aksi saling tembak ini berlangsung sekitar tiga jam.

Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih Letkol Arm Reza Nur Patria menyatakan tidak ada korban jiwa dari anggota TNI ataupun Polri dalam kontak senjata tersebut.

“Dalam kontak tembak tersebut, tidak ada korban jiwa dari pihak Satgas TNI Polri,” kata Reza saat dikonfirmasi, Jumat (19/11).

Reza membantah Tentara Pembebasan Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) yang mengklaim menembak mati sejumlah aparat militer dalam kontak senjata yang terjadi kemarin.

Menurutnya, kontak senjata terjadi hampir tiga jam sejak pukul 08.30 hingga 10.50 WIT. Namun, ia belum bisa menjelaskan pemicu kontak senjata aparat dengan TPNPB-OPM tersebut.

“Saat ini Satgas TNI Polri masih melaksanakan siaga untuk memonitor perkembangan situasi,” ujarnya.

Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom sebelumnya mengklaim kontak senjata di Sugapa, Intan Jaya mengakibatkan lima anggota TNI-Polri tertembak. Empat di antaranya disebutkan tewas.

Kontak senjata, kata Sebby, terjadi di pusat kota Kabupaten Intan Jaya. Menurut Sebby, wilayah tersebut merupakan lokasi kantor Polres Intan Jaya dan BPBD.

“Jenazahnya belum dievakuasi karena kami kuasai bandara Intan Jaya, dan pihak TPNPB KODAP VIII intan Jaya belum ada yang korban,” kata Sebby kepada wartawan.

Sebby menyebut penembakan tersebut dipimpin oleh Komandan Operasi TPNPB Kodap 8 Intan Jaya, Udinus Kogeya bersama dengan sejumlah pimpinan lain seperti Enos Tipagau, Lucky Matuan dan Sony Tabuni.

Sebagai informasi, kawasan Intan Jaya dalam beberapa waktu terakhir kembali mencekam lantaran kerap terjadi kontak senjata antara aparat dengan KKB. Polisi mencatat ada 5.859 orang yang mengungsi pasca kontak senjata pecah di kawasan Bandara Bilorai, Jumat (29/10) lalu.

sumber: cnn

Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman (tengah) memastikan dirinya yang memerintahkan pencopotan baliho Habib Rizieq usai apel di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Jumat (20/11/2020) pagi. Sewaktu remaja, Dudung pernah menjadi loper koran dan tak khawatir jika ketegasannya soal baliho Habib Rizieq membuatnya harus kehilangan jabatan sebagai Pangdam.

Ini Berbagai Kontroversi KSAD Baru, Dudung Abdurachman, di Masa Lalu

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa saat dilantik Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Rabu (17/11). (Biro Pers Sekretariat Presiden)

Panglima TNI Jenderal Andika Akan Evaluasi Menyeluruh Penanganan Konflik Papua