in

Laksamana Iran: Bila Waktunya Tiba, Kami Serang AS dengan Kekuatan Besar

“Ini adalah fakta bahwa Zionis akan pergi jauh lebih cepat daripada kerangka waktu yang ditentukan oleh Pemimpin [Khamenei]. Segera kita akan menyaksikan pemusnahan Amerika dan dominasi mereka atas dunia, dan khususnya atas wilayah ini. Segera kita akan melihat mereka meninggalkan wilayah ini. Ini pasti akan terjadi,” kata Fadavi.

Iran dan negara-negara kekuatan dunia, termasuk AS, sedang melakukan perundingan di Wina untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir Iran 2015 yang dikenal sebagai Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA).

Iran menuntut pencabutan sanksi sebagai syarat terikat kembali ke JCPOA. Sedangkan AS telah mengancam akan mengambil opsi “Rencana B” jika perundingan nuklir tersebut gagal.

Israel juga telah berulang kali mengancam akan melakukan serangan terhadap Republik Islam Iran dengan menargetkan program nuklirnya, baik secara sepihak atau berkoordinasi dengan AS. Negara Yahudi itu menolak ambil bagian dalam JCPOA.

“Israel bukan bagian dari perundingan di Wina mengenai JCPOA, dan tidak akan terikat dengan persyaratan mereka,” kata Perdana Menteri Israel Naftali Bennett.

“Terkait dengan pembicaraan nuklir di Wina, kami benar-benar prihatin…Israel tidak berpihak pada perjanjian,” ujarnya, seperti dikutip Times of Israel, Selasa (11/1/2022).

“Israel tidak terikat dengan apa yang akan tertulis dalam perjanjian, jika ditandatangani, dan Israel akan terus mempertahankan kebebasan penuh untuk bertindak di mana saja, kapan saja, tanpa batasan.”

Terancam Negara Iran, Israel Sesumbar Belanja Militer Gila-gilaan

Jet tempur siluman J-20 China. Beijing memamerkan kesiapan tempur jet tempur itu dengan menggelar latihan konfrontasi udara dengan pesawat lain. Foto/REUTERS

Pamer Siap Perang, Jet Tempur Siluman J-20 China Duel dengan J-11 dan J-16