in

Pentagon: Rusia Mulai ‘Frustrasi’ Hadapi Perlawanan Keras Ukraina

Ilustrasi. Pentagon menyebut Rusia mulai 'frustasi' menghadapi perlawanan keras Ukraina. (AFP/SERGEI SUPINSKY)
Ilustrasi. Pentagon menyebut Rusia mulai 'frustasi' menghadapi perlawanan keras Ukraina. (AFP/SERGEI SUPINSKY)

Seorang staf senior Pentagon menyebut Rusia ‘frustrasi’ menghadapi perlawanan keras yang dilakukan pasukan Ukraina. Perlawanan keras ini memperlambat pergerakan Rusia dan menahannya di bagian luar Kiev.

Menurut informasi Pentagon, Rusia sekarang memiliki setidaknya 50 persen dari kekuatan invasi besar-besaran di Ukraina. Tetapi, pasukan itu membuat kemajuan yang lambat pada tiga titik invasi, karena perlawanan keras yang tak terduga dari Ukraina.”Kami memiliki indikasi bahwa Rusia semakin frustrasi dengan kurangnya momentum selama 24 jam terakhir, terutama di bagian utara Ukraina,” kata pejabat yang memberikan keterangan secara anonim ini, seperti dikutip AFP.

Pentagon mengklaim invasi Rusia memiliki kekuatan lebih dari 150 ribu tentara, kendaraan berat, rudal, dan serangan udara. Namun, serangan tersebut dinilai tidak berkembang seperti yang diharapkan sejak dimulai pada Kamis (24/2).

“Pertahanan udara Ukraina, termasuk pesawat, terus beroperasi dan terus terlibat dan menghilangkan akses ke pesawat Rusia di tempat-tempat di negara itu,” kata staf Pentagon tersebut.

Ia mengatakan, sebagian besar pasukan Rusia saat ini tetap berada sekitar 30 kilometer di luar Kiev.

Presiden Rusia Vladimir Putin perintahkan pasukan nuklir ditempatkan dalam siaga tinggi di tengah invasi Moskow ke Ukraina. AS langsung bereaksi marah atas langkah Putin. Foto/REUTERS/Grigory Dukor

Perintah Putin: Posisikan Pasukan Nuklir Dalam Kondisi Siaga Tinggi

Pesawat Antonov AN-225 milik Ukraina yang merupakan pesawat terbesar di dunia dikabarkan hancur karena serangan pasukan Rusia. (AFP/GENYA SAVILOV)

Pesawat Terbesar di Dunia Dikabarkan Hancur karena Serangan Rusia