in

Australia akan Danai Senjata Mematikan untuk Ukraina

Foto ini menunjukkan sebuah kendaraan pengangkut personel lapis baja Rusia (APC) terbakar di samping tubuh tentara tak dikenal selama pertempuran dengan angkatan bersenjata Ukraina di Kharkiv, Ukraina, Minggu (27/2/2022). [Sergey BOBOK / AFP]
Foto ini menunjukkan sebuah kendaraan pengangkut personel lapis baja Rusia (APC) terbakar di samping tubuh tentara tak dikenal selama pertempuran dengan angkatan bersenjata Ukraina di Kharkiv, Ukraina, Minggu (27/2/2022). [Sergey BOBOK / AFP]

Australia telah menjanjikan 70 juta dolar Australia (sekitar Rp729 miliar) untuk mendanai pengadaan senjata mematikan, termasuk rudal dan amunisi, untuk Ukraina, kata Perdana Menteri Scott Morrison, Selasa.

Australia berubah pendirian dari sikapnya pekan lalu, saat mengatakan hanya akan mendanai bantuan teknis militer.

Pada Selasa, Morrison mengatakan kepada awak media bahwa sebagian besar pendanaan senjata baru untuk Ukraina masuk ke dalam kategori senjata mematikan.

“Kami sedang membicarakan rudal, kami sedang membicarakan amunisi, kami sedang membicarakan dukungan untuk mereka, untuk membela tanah air mereka sendiri di Ukraina dan kami akan melakukannya melalui koordinasi dengan NATO.”

Menurut PM, senjata-senjata itu akan segera dikirim, namun tidak diketahui kapan waktunya.

Morrison juga mendesak warga negara Australia agar tidak bergabung dengan milisi Ukraina dalam melawan militer Rusia. Ia menyebutkan bahwa posisi hukum kombatan sipil asing belum jelas.

Australia akan menyerahkan bantuan kemanusiaan sebesar 35 juta dolar Australia (sekitar Rp364 miliar) kepada organisasi internasional yang membantu warga Ukraina melalui penyediaan tempat tinggal, makanan, perawatan medis, air dan pendidikan, kata PM menjelaskan.

suara

Prajurit Ukraina terlihat di sebelah kendaraan lapis baja yang hancur di Kharkiv, Ukraina, yang mereka katakan milik tentara Rusia. REUTERS/Maksim Levin.

4.300 Tentara Rusia Tewas, 27 Pesawat dan 146 Tank Hancur di Ukraina!

AS Tetap Tak Akan Kirim Pasukan ke Ukraina Lawan Rusia