in

Hadapi Putin, Inggris Kirim Kapal Penjelajah Antipesawat yang Bisa Tembakkan 8 Rudal dalam 10 Detik

Inggris kirim kapal penjelajah antipesawat yang dapat tembakkan 8 rudal dalam 10 detik (Foto: Royal Navy)
Inggris kirim kapal penjelajah antipesawat yang dapat tembakkan 8 rudal dalam 10 detik (Foto: Royal Navy)

 Inggris mengirimkan kapal penjelajah anti-pesawat berteknologi tinggi Angkatan Laut Kerajaan Inggris yang dapat menembakkan delapan rudal setiap 10 detik sedang dikirim untuk menghadapi pasukan Rusia.

HMS Diamond berlayar dari Portsmouth ke Mediterania timur untuk bergabung dengan kapal patroli lepas pantai HMS Trent sebagai bagian dari tanggapan NATO terhadap invasi Rusia ke Ukraina.

Empat jet RAF Typhoon sedang dikirim untuk tugas patroli ke Siprus dan ratusan tentara berada di Estonia dan Polandia saat tentara Ukraina bertempur untuk mempertahankan Kiev dari tentara Putin.

Kementerian Pertahanan mengatakan Diamond, kapal perusak Tipe 45 Angkatan Laut, akan berangkat pada 17 Februari lalu tetapi ditunda oleh Storm Eunice dan perbaikan kecil.

Kapal berbobot 8.000 ton, panjang sekitar 152 meter ini dapat menembakkan delapan rudal setiap 10 detik.

Karena desainnya yang ramping, ia tampak hampir tidak terlihat di radar musuh dan menawarkan sensor militer mutakhir dan berbagai sistem senjata canggih. Kapal ini juga memiliki kemampuan untuk mendeteksi dan menghancurkan ancaman apa pun.

Kapal ini juga menawarkan pencarian target udara jarak jauh, beberapa pelacakan target, keterlibatan target jarak jauh dan memiliki platform helikopter.

Keluarga Chief Petty Officer Sean Baldwin, 35, dari dekat Havant, menyaksikan kapal memulai perjalanannya, dengan anak-anaknya terdengar berteriak: “Love you, Daddy”.

“Kami cukup khawatir. Kami hanya harus mendukungnya dan berharap mereka semua kembali dengan selamat,” terang ibunya yang bangga, Beverley.

Pengiriman ini dilakukan ketika para pemimpin barat khawatir Presiden Rusia Vladimir Putin yang gila mungkin berencana untuk meluncurkan invasi ke negara-negara Baltik dan menyeret Inggris ke dalam perang di seluruh Eropa.

Menteri Pertahanan Ben Wallace mengatakan pemimpin Rusia tidak akan berhenti di Ukraina, dengan anggota NATO Lithuania, Latvia dan Estonia kemungkinan berikutnya di garis tembak.

“Putin tidak rasional. Dia tidak akan berhenti setelah dia [selesai] dengan Ukraina,” terangnya saat berbicara di program Today Radio 4 pada Jumat (25/2).

“Dia akan menggunakan segalanya di negara-negara Baltik. Dan kita harus menghadapinya,” lanjutnya.

Namun Wallace mengulangi bahwa Inggris tidak akan mengirim personel ke Ukraina karena itu bisa memicu konflik yang lebih luas.

“Kami selalu mendukung tindakan Ukraina ke NATO selama 15 tahun terakhir, tidak setiap negara ingin mereka bergabung. Kami telah melakukan hal terbaik berikutnya, yaitu melatih lebih dari 20.000 orang Ukraina, memberi mereka kemampuan mematikan, yang mereka gunakan saat ini,” ungkapnya.

okezone

Ramalan Prabowo tentang Perang Generasi Keenam, Rudal Bisa Menembus Antarbenua!

Foto ini menunjukkan sebuah kendaraan pengangkut personel lapis baja Rusia (APC) terbakar di samping tubuh tentara tak dikenal selama pertempuran dengan angkatan bersenjata Ukraina di Kharkiv, Ukraina, Minggu (27/2/2022). [Sergey BOBOK / AFP]

Ukraina Minta Dukungan Indonesia dalam Perang Lawan Rusia, Ini Teks Lengkapnya