in

Ukraina Minta Dukungan Indonesia dalam Perang Lawan Rusia, Ini Teks Lengkapnya

Foto ini menunjukkan sebuah kendaraan pengangkut personel lapis baja Rusia (APC) terbakar di samping tubuh tentara tak dikenal selama pertempuran dengan angkatan bersenjata Ukraina di Kharkiv, Ukraina, Minggu (27/2/2022). [Sergey BOBOK / AFP]
Foto ini menunjukkan sebuah kendaraan pengangkut personel lapis baja Rusia (APC) terbakar di samping tubuh tentara tak dikenal selama pertempuran dengan angkatan bersenjata Ukraina di Kharkiv, Ukraina, Minggu (27/2/2022). [Sergey BOBOK / AFP]

Pemerintah Ukraina , melalui kedutaannya di Jakarta, meminta dukungan Indonesia dalam perang melawan Rusia . Dalam rincian permintaannya, kedutaan memuji sejarah negara ini yang menolak tunduk pada ancaman musuh.

“Di Ukraina, ini adalah hari keenam berjalannya perang. Sesungguhnya, perang itu mengerikan, penuh tumpahan darah juga kekejian. Dari antara warga sipil, ada ratusan orang binasa dan terluka, ribuan anak yatim, dan ratusan ribu pengungsi,” kata Kedutaan Besar Ukraina dalam keterangan tertulis, Selasa (1/3/2022).

Seperti diketahui, Rusia meluncurkan invasi ke Ukraina sejak Kamis pekan lalu. Namun, Moskow menolak narasi invasi atau perang.

Moskow menegaskan apa yang dilakukannya adalah operasi militer khusus untuk membela Donetsk dan Luhansk—dua wilayah di Ukraina timur yang diakui Presiden Rusia Vladimir Putin sebagai negara merdeka—dari serangan pasukan Ukraina yang berbasis di Kiev.

Ukraina melaporkan ratusan warganya telah tewas sejak invasi hari pertama. Beberapa kota di negara itu juga diserang rudal dan artileri militer Moskow.

“Ukraina tidak bertekuk lutut terhadap ancaman kematian, sama seperti Indonesia tidak menyerah 70 tahun yang lalu. Kami akan berdiri tegak dan meraih kemenangan. Namun dengan dukungan Anda, maka kemenangan dapat kami raih dengan lebih mudah, lebih pasti dan lebih cepat,” lanjut Kedutaan Besar Ukraina.

“Dalam perjuangan demi perdamaian dan kebahagiaan, Ukraina harus membayar harga mahal setiap harinya—dengan nyawa putra dan putri, saudara dan saudari, serta anak dan cucunya.”

“Rakyat Indonesia, keadaan saat ini sungguh berat dan menyakitkan bagi kami. Oleh karena itu, kami menunggu dukungan Anda. Kami berharap dapat mendengar suara Anda yang lantang dan berani dalam membela kami. Lagi pula, jika kami gugur, maka sistem keamanan global dan prinsip hidup berdampingan secara damai dan prinsip pembangunan, yang telah dipelihara dengan seksama oleh dunia pasca-tragedi Perang Dunia II, yang saat ini sedang coba direbut oleh Rusia dan Putin dari genggaman kami dan Anda, juga pasti akan runtuh,” lanjut Kedutaan Ukraina.

“Para pahlawan kini melihat kita sama seperti dahulu kala—di tahun 1940-an. Kita tidak punya hak untuk tetap membisu. Jika terus begitu, maka kita tidak akan memiliki hari esok. Rakyat Indonesia, dukunglah kami. Merdeka atau mati!” imbuh Kedutaan Ukraina.

Berikut teks lengkap permintaan dukungan Indonesia yang disampaikan Ukraina:

Bangsa Indonesia!

Anda adalah bangsa yang kuat dan gagah, Anda adalah pejuang kebenaran dan kebebasan, Anda adalah tulang punggung perdamaian dan keadilan di negara Anda yang bebas dan demokratis.

Anda adalah pewaris kerajaan-kerajaan besar Majapahit, Pajajaran, Sriwijaya, yang berhasil melumpuhkan para penjajah Mongol yang kala itu tak terkalahkan. Anda adalah penerus memori tentang perjuangan melawan para penjajah demi kemerdekaan dan kebebasan bangsa di abad 19-20.

Anda adalah bangsa bijak yang mampu menepis rayuan tipuan komunis dan tak tunduk padanya.

Anda unik dalam keragaman Anda, Anda bebas pula perkasa. Anda adalah pilar perdamaian dan stabilitas di kawasan Asia Tenggara. Suara Anda yang penuh keyakinan serta keteguhan terdengar jelas di Perserikatan Bangsa-Bangsa bahkan pelosok dunia nan jauh.

Saya percaya bahwa hari ini Anda tidak dapat mengelak dari tragedi sejarah modern yang mengerikan ini—yaitu serangan diktator Rusia, Putin, yang membawa malapetaka bagi negara Ukraina yang sejahtera. Anda tidak dapat diam diri menyaksikan Federasi Rusia, sang penerus rezim komunis, melakukan tindakan kejahatan terhadap kemanusiaan hari lepas hari di kota-kota dan desadesa Ukraina.

Serangan roket besar-besaran di daerah pemukiman kota, pemboman fasilitas infrastruktur, pembunuhan penduduk sipil Ukraina, serangan teroris di rumah sakit, panti asuhan, sekolah dan taman kanak-kanak.

Di Ukraina, ini adalah hari keenam berjalannya perang. Sesungguhnya, perang itu mengerikan, penuh tumpahan darah juga kekejian. Dari antara warga sipil, ada ratusan orang binasa dan terluka, ribuan anak yatim, dan ratusan ribu pengungsi.

Ukraina tidak bertekuk lutut terhadap ancaman kematian, sama seperti Indonesia tidak menyerah 70 tahun yang lalu. Kami akan berdiri tegak dan meraih kemenangan. Namun dengan dukungan Anda, maka kemenangan dapat kami raih dengan lebih mudah, lebih pasti dan lebih cepat.

Dalam perjuangan demi perdamaian dan kebahagiaan, Ukraina harus membayar harga mahal setiap harinya—dengan nyawa putra dan putri, saudara dan saudari, serta anak dan cucunya.

Rakyat Indonesia, keadaan saat ini sungguh berat dan menyakitkan bagi kami. Oleh karena itu, kami menunggu dukungan Anda. Kami berharap dapat mendengar suara Anda yang lantang dan berani dalam membela kami.

Lagi pula, jika kami gugur, maka sistem keamanan global dan prinsip hidup berdampingan secara damai dan prinsip pembangunan, yang telah dipelihara dengan seksama oleh dunia pasca tragedi Perang Dunia II, yang saat ini sedang coba direbut oleh Rusia dan Putin dari genggaman kami dan Anda, juga pasti akan runtuh.

Para pahlawan kini melihat kita sama seperti dahulu kala—di tahun 1940-an. Kita tidak punya hak untuk tetap membisu. Jika terus begitu, maka kita tidak akan memiliki hari esok.

Rakyat Indonesia, dukunglah kami. Merdeka atau mati!

sindonews

Inggris kirim kapal penjelajah antipesawat yang dapat tembakkan 8 rudal dalam 10 detik (Foto: Royal Navy)

Hadapi Putin, Inggris Kirim Kapal Penjelajah Antipesawat yang Bisa Tembakkan 8 Rudal dalam 10 Detik

Ilustrasi. Foto tentara Ukraina mengantisipasi serangan Rusia. (Reuters/Carlos Barria)

Pasukan Belarus Dilaporkan Masuk Ukraina, Bantu Rusia Menggempur